
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Dalam Sidang Kabinet Merah Putih
Pada Senin (20/10/2025), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hadir dalam sidang Kabinet Merah Putih yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Dalam sidang tersebut, seluruh menteri turut hadir, namun situasi yang terjadi menarik perhatian netizen.
Dalam video yang viral di media sosial, terlihat bahwa di sisi kanan Purbaya duduk Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. Sementara itu, di sisi kiri Purbaya hanya ada bangku kosong dengan papan nama bertuliskan "Seskab". Di sebelah bangku kosong tersebut, tampak Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sedang duduk.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selama sidang berlangsung, terlihat bahwa Purbaya hanya diam tanpa mengajak atau diberi perhatian oleh menteri lainnya. Saat para menteri saling berbincang, Purbaya tampak tidak ikut serta dalam percakapan tersebut. Rosan Roeslani, yang duduk tepat di samping Purbaya, fokus berbincang dengan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. Sedangkan Luhut Binsar Pandjaitan juga terlihat serius berdiskusi dengan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
Perilaku Purbaya yang terkesan "dicueki" oleh rekan-rekannya sesama menteri membuat netizen ramai memberikan dukungan kepadanya. Beberapa komentar yang muncul antara lain:
- "Gak papa.. pak purbaya dicintai oleh rakyat"
- "Ketika pak Pur di jauhi banyak orang , brti Beliau kerjanya sudah benar .. orang benar selalu berjalan sendirian. pak Pur , nitijen bersama anda"
- "Orang Benar selalu banyak musuh kok pak. semangat pak Purbaya"
Beberapa netizen juga menyampaikan pendapat tentang sikap Luhut Binsar Pandjaitan, seperti:
- "Opung ngambek utang nya ga di bayarin"
- "G penting diajak ngobrol Luhut dan Mentri lainnya pak,yg penting ttp d jln yg bnr maka rakyat yg akan selalu ajak bicara setiap BPK ketemu dengan rakyat dmnpun"
Perselisihan Terkait Proyek Kereta Cepat dan Family Office
Beberapa waktu terakhir, Purbaya dan Luhut memang terlihat memiliki perbedaan pandangan mengenai proyek Kereta Cepat (Whoosh) dan Family Office. Purbaya menolak penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendirian Family Office di Indonesia. Rencana ini sebelumnya diajukan oleh Luhut Binsar Pandjaitan.
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang diberi nama Whoosh memiliki beban utang sebesar Rp 116 triliun. Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai superholding BUMN disebut tengah mencari cara meringankan pembiayaan proyek tersebut, termasuk kemungkinan meminta dukungan dari APBN. Namun, Purbaya menolak wacana tersebut.
Menurut Purbaya, utang proyek KCIC bukan tanggung jawab pemerintah, melainkan sepenuhnya menjadi urusan BUMN yang terlibat di dalamnya. Ia menilai penyelesaian utang kereta cepat dapat dilakukan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Alasannya, Danantara sendiri sudah mengambil sekitar Rp 80 triliun penerimaan dividen BUMN.
Purbaya Menegaskan Hubungan Baik dengan Luhut
Purbaya menegaskan bahwa hubungannya dengan Luhut Binsar Pandjaitan tetap baik-baik saja. "Baik hubungan saya sama dia, nggak ada masalah," ujar Purbaya.
Ia menjelaskan bahwa posisi kursinya sedikit jauh dari Luhut. "Kan jauh, beda berapa kursi, masa saya 'Pak Luhut, Pak Luhut,' gitu," tutur Purbaya.