Menteri Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 6,7% Permudah Pencarian Kerja

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Menteri Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 6,7% Permudah Pencarian Kerja


JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,7 persen dianggap sebagai angka ideal dalam menciptakan lapangan kerja yang luas. Ia menilai, jika angka tersebut tercapai, akan mempermudah masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mencari pekerjaan.

Purbaya menjelaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen yang tercantum dalam APBN 2026 dinilai belum cukup untuk menyerap seluruh angkatan kerja baru. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi sebagai langkah awal menuju target jangka menengah sebesar 8 persen.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Angka 5,4 persen itu belum cukup menyerap seluruh angkatan kerja. Idealnya 6,7 persen. Kalau di level itu, cari kerja jauh lebih mudah, terutama bagi generasi muda,” ujarnya dalam program Economic Outlook 2026: Nyalakan Mesin Pertumbuhan Baru di KompasTV, Selasa (16/12/2025) malam.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen. Menurut Purbaya, target tersebut harus dicapai secara bertahap agar realistis dan berkelanjutan. Ia menyebut pemerintah menargetkan pertumbuhan sekitar 6 persen sebagai pijakan awal sebelum akselerasi lebih cepat pada tahun-tahun berikutnya.

“Kalau mau ke 8 persen, kita harus bertahap. Tahun depan 6 persen, lalu naik lebih cepat di tahun berikutnya,” ujarnya.

Purbaya menekankan bahwa kunci utama mendorong pertumbuhan ekonomi adalah menghidupkan kembali mesin ekonomi yang sempat melambat, khususnya dari sektor swasta. Ia menilai, pemerintah dan swasta harus bergerak secara bersamaan untuk mencapai tujuan tersebut.

Peran Sektor Manufaktur dalam Pertumbuhan Ekonomi

Menanggapi keluhan pelaku industri manufaktur terkait kesulitan bahan baku di tengah derasnya masuk produk jadi impor, Purbaya menegaskan bahwa sektor manufaktur menjadi kunci utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi tinggi. Tanpa penguatan manufaktur, target pertumbuhan 8 persen dinilai hampir mustahil dicapai.

“Manufaktur wajib didorong. Tanpa manufaktur, mustahil tumbuh 8 persen,” tegas Purbaya.

Pemerintah, lanjutnya, membuka kanal debottlenecking bagi pelaku industri, termasuk untuk mengatasi persoalan impor bahan baku yang menghambat produksi dalam negeri. Melalui program tersebut, pelaku usaha dapat melaporkan langsung hambatan regulasi yang dihadapi. Setiap laporan akan dibahas secara rutin dan ditindaklanjuti lintas kementerian.

“Setiap minggu akan disidangkan, dan hambatan regulasi akan diselesaikan. Kalau ada kementerian yang tidak sejalan, saya potong anggarannya,” ucap Purbaya.

Langkah Strategis untuk Meningkatkan Pertumbuhan

Purbaya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menilai, kebijakan yang progresif dan transparan sangat diperlukan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Dengan demikian, sektor swasta dapat berperan aktif dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional.

Selain itu, pemerintah juga sedang memperkuat kebijakan fiskal dan moneter untuk memastikan stabilitas ekonomi jangka panjang. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan inflasi, nilai tukar rupiah, serta pengendalian utang daerah.

Dalam konteks global, Purbaya menyatakan bahwa Indonesia perlu terus memperkuat hubungan bilateral dan multilateral dengan negara-negara mitra dagang. Dengan adanya kerja sama yang kuat, Indonesia dapat memperluas pasar ekspor dan menarik investasi asing.

Tantangan dan Peluang di Tengah Perubahan Global

Meski ada tantangan seperti fluktuasi harga komoditas dan ketidakpastian ekonomi global, Purbaya optimis bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk tetap tumbuh. Ia menilai, dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang baik, Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang paling stabil dan berkembang di kawasan Asia Tenggara.

Purbaya juga menyoroti pentingnya investasi dalam bidang teknologi dan inovasi. Dengan memperkuat sumber daya manusia dan infrastruktur digital, Indonesia dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas sektor ekonomi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan