Menteri Purbaya Tanggapi Kebakaran Mobil Bawa Uang Rp4,6 Miliar: Tanggung Jawab Bank

admin.aiotrade 16 Nov 2025 4 menit 16x dilihat
Menteri Purbaya Tanggapi Kebakaran Mobil Bawa Uang Rp4,6 Miliar: Tanggung Jawab Bank

Insiden Kebakaran Mobil Bank BUMN dengan Uang Rp 4,6 Miliar

Baru-baru ini terjadi insiden kebakaran mobil yang membawa uang tunai sebesar Rp 4,6 miliar milik bank BUMN di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Insiden tersebut menimbulkan banyak perhatian dari masyarakat dan juga respons dari Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.

Insiden kebakaran tidak hanya terfokus pada kerusakan mobil, tetapi juga jumlah uang yang sangat besar, yaitu Rp 4,6 miliar. Hal ini menimbulkan dugaan publik tentang adanya penggelapan atau kelalaian dalam proses pengiriman uang tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Purbaya mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara detail mengenai insiden kebakaran tersebut. Ia menyatakan bahwa tanggung jawab utama atas insiden ini seharusnya menjadi tanggung jawab pihak bank, termasuk soal kerugian akibat uang tunai yang hangus terbakar.

"Saya enggak tahu. Tapi harusnya itu tanggung jawabannya bank kan," kata Purbaya dilansir dari berbagai sumber.

Ia juga mempertanyakan apakah proses pengiriman uang tunai untuk pengisian mesin ATM di Majene, Sulawesi Barat, menggunakan asuransi atau tidak. Jika asuransi digunakan, maka kerugian insiden tersebut akan menjadi tanggung jawab pihak asuransi.

"Saya enggak tahu, kalau gitu ada asuransinya enggak pengirimannya. Kalau asuransi, asuransi yang bayar. Tapi saya enggak tahu, Anda cek. Saya enggak ikutin," tambah Purbaya.

Purbaya menegaskan bahwa ia tidak mengikuti lebih lanjut insiden kebakaran mobil bank yang membawa uang ratusan miliar tersebut. Menurutnya, banyak orang yang curiga karena uang tunai sebanyak Rp 4,6 miliar bisa cepat sekali terbakar. Dari situ muncul dugaan adanya penggelapan uang di balik insiden tersebut.

Tentang dugaan kelalaian atau penggelapan di balik insiden kebakaran mobil bank pengantar uang itu, Purbaya mengaku tidak mengetahuinya. Ia meminta publik untuk menanyakan langsung kepada pihak polisi.

"Saya cuma tahu orang curiga Rp 4,6 M kok cepat amat kebakarnya gitu kan. Tapi saya enggak tahu, saya bukan polisi," imbuhnya.

Awal Mula Kebakaran Menurut Sopir

Surya, sopir mobil logistik bank BUMN, menceritakan awal mula kebakaran. Minibus Daihatsu Granmax yang dikemudikannya, yang membawa uang tunai senilai Rp 4,6 miliar untuk pengisian mesin ATM di Majene, hangus tak bersisa akibat dugaan korsleting listrik.

Kepada wartawan, Surya mengaku awalnya hanya mendengar suara aneh dan mencium bau tak sedap. "Awalnya itu saya dengar ada percikan api," ujar Surya.

Karena merasa ada yang tidak beres, ia langsung melaporkan kondisi tersebut kepada petugas pengawal yang berada di dalam mobil bersamanya. Petugas pengawal pun langsung merespons Surya.

"Tiba-tiba petugas jaga melompat, saya sempat tepikan mobil ke pinggir jalan lalu cepat keluar," ujarnya.

Surya langsung menepikan mobil dan keluar menyelamatkan diri karena api semula hanya percikan, tiba-tiba membesar dan membakar body mobil. "Dia (api) menyambar bahan bakar, tiba-tiba langsung membesar," kata Surya.

Surya kemudian segera menghubungi pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Polman untuk meminta pertolongan, tetapi mobil sudah terlanjur hangus.

Meski bersyukur nyawanya dan petugas pengawal selamat, Surya tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya mengenai uang tunai yang mereka bawa.

Berdasarkan laporan awal Damkar Polman, kerugian uang tunai diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Namun, Surya menyebutkan total uang yang mereka bawa untuk mengisi ATM di Majene adalah Rp4,6 miliar.

"Kalau uang kami bawa itu ada Rp 4,6 miliar, tapi kami belum menghitung jumlah keseluruhan yang habis terbakar," ungkapnya.

Sisa Uang Terselamatkan Rp 360 Juta

Polisi menyebut terdapat uang tunai masih utuh sebanyak Rp360 juta dari insiden mobil logistik milik Bank BUMN yang hangus terbakar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (13/11/2025).

Uang tunai sebanyak Rp360 juta itu ditemukan dalam penyimpanan uang yang hangus terbakar. Penyidik Satreskrim Polres Polman menemukan uang itu lalu menyerahkannya kepada pihak bank cabang Polman.

Kasatreskrim Polres Polman AKP Budi Adi mengatakan uang ditemukan setelah olah tempat kejadian perkara. "Ada uang yang masih bisa diselamatkan dan masih utuh sekitar Rp360 juta, sementara yang hangus sekitar Rp 4 miliar lebih," kata AKP Budi Adi kepada wartawan.

Dia menyampaikan sisa uang yang ditemukan masih utuh ini diserahkan kepada pihak bank. Sementara itu, dugaan penyebab pasti pemicu mobil terbakar masih dalam penyelidikan mendalam.

Budi Adi juga menyampaikan akan memeriksa sejumlah pihak, seperti sopir dan petugas di dalam mobil. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini.

Namun, uang yang hangus terbakar capai Rp 4,6 miliar, tumpukan uang gosong ini diamankan polisi.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan