Menteri Sekretaris Negara: Skema Penggabungan GoTo dan Grab Sedang Dicari

admin.aiotrade 10 Nov 2025 2 menit 17x dilihat
Menteri Sekretaris Negara: Skema Penggabungan GoTo dan Grab Sedang Dicari

Rencana Penggabungan GoTo dan Grab Dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi rencana penggabungan antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab. Pernyataan ini disampaikan oleh Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 7 November 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Prasetyo, pembahasan penggabungan tersebut merupakan bagian dari diskusi yang lebih luas terkait rancangan peraturan presiden (perpres) mengenai ojek daring. Ia menjelaskan bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan terlibat dalam proses penggabungan dua perusahaan tersebut.

"Kira-kira begitu (Danantara terlibat)," ujar Prasetyo tanpa menyebut sumber informasi.

Prasetyo menegaskan bahwa rencana penggabungan kedua perusahaan masih dalam tahap pencarian bentuk. Bentuknya bisa berupa merger atau akuisisi. "Ya ini lagi dicari skemanya," tambahnya.

Proses ini, menurut Prasetyo, berkaitan dengan upaya pemerintah mencari titik temu antara kepentingan para mitra pengemudi dan perusahaan aplikator, termasuk terkait persoalan tarif layanan. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari pembahasan ini adalah memastikan keberlangsungan ekosistem transportasi daring yang telah berperan besar dalam menggerakkan ekonomi rakyat.

"Karena bagaimanapun perusahaan ini adalah pelayanan yang di situ tercipta tenaga kerja, saudara-saudara kita yang menjadi mitra itu jumlahnya cukup besar, dan sekarang kita tersadar bahwa ojol adalah pahlawan ekonomi, menggerakkan ekonomi. Jadi tujuan utamanya arahnya ke situ," kata Prasetyo.

Progres Pembentukan Perpres Ojek Daring

Adapun terkait progres pembentukan perpres tentang ojek daring, Prasetyo menyebut regulasi tersebut masih terus disempurnakan. "Sedang terus disempurnakan. Dalam artian dilengkapi dari berbagai pihak ya. Baik teman-teman mitra ojol maupun teman-teman aplikator," ujarnya.

Sebelumnya, GoTo sempat membantah kabar rencana merger dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Maret 2025. Saat itu, manajemen GoTo menyatakan bahwa rumor penggabungan senilai Rp 114,8 triliun hanya spekulasi.

Demikian pula dengan Grab. "Spekulasi itu tidak didasari informasi yang terverifikasi sehingga kami tidak dapat menanggapinya lebih lanjut," ujar Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy dalam pernyataan kepada media pada Mei 2025.

Pembahasan penggabungan antara GoTo dan Grab ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan masyarakat, terutama para mitra pengemudi yang menjadi tulang punggung ekosistem transportasi daring. Dengan langkah ini, diharapkan dapat memberikan stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi industri ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan