Menteri Wihaji Berkunjung ke Pulau Penyengat, Kagumi Warisan Budaya Melayu

admin.aiotrade 24 Okt 2025 4 menit 15x dilihat
Menteri Wihaji Berkunjung ke Pulau Penyengat, Kagumi Warisan Budaya Melayu
Menteri Wihaji Berkunjung ke Pulau Penyengat, Kagumi Warisan Budaya Melayu

Kunjungan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga ke Pulau Penyengat

Kunjungan kerja yang dilakukan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) H. Wihaji di Tanjungpinang tidak hanya berfokus pada isu-isu terkini, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih memahami nilai-nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam pulau-pulau kecil seperti Pulau Penyengat. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bersama rombongan.

Mengenang Jasa Para Leluhur

Pada hari Kamis (23/10/2025), Menteri Wihaji memulai perjalanan dengan menziarahi makam Engku Puteri Raja Hamidah, sosok bangsawan wanita Melayu yang dikenal karena keteguhannya menjaga simbol-simbol kerajaan dan warisan budaya. Di lokasi ini, rombongan juga melakukan doa bersama untuk mengenang jasa para leluhur.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke makam Pahlawan Nasional Raja Ali Haji, ulama dan pujangga besar yang berjasa dalam merumuskan tata bahasa Melayu dan meletakkan dasar bagi Bahasa Indonesia modern. Di makam tersebut, Menteri Wihaji tampak khidmat dan menyampaikan rasa hormatnya atas jasa besar sang tokoh.

“Raja Ali Haji bukan hanya milik masyarakat Melayu, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia. Dari buah pikirnya lah kita memiliki bahasa persatuan yang menyatukan negeri ini,” ucap Menteri Wihaji.

Menziarahi Makam Pahlawan Nasional

Selain berziarah ke makam Raja Ali Haji, Mendukbangga RI Wihaji beserta istri juga menyempatkan diri menziarahi makam Pahlawan Nasional Raja Haji Fisabilillah di Pulau Penyengat.

Melihat Warisan Budaya

Setelah itu, rombongan mengunjungi Balai Adat Melayu yang menjadi pusat kegiatan budaya masyarakat setempat. Di tempat ini, Menteri Wihaji melihat langsung berbagai peninggalan tradisi dan kesenian yang terus dilestarikan oleh masyarakat Penyengat hingga kini.

Rangkaian kunjungan berlanjut ke Balai Maklumat Inderasakti yang menyimpan hampir 500 koleksi naskah kuno. Koleksi tersebut berisi surat-surat pemerintahan, hukum adat, serta peraturan pengelolaan tanah dan laut pada masa kerajaan. Semua naskah ditulis dalam bahasa Melayu klasik dengan aksara Arab-Melayu.

Pengakuan Nasional terhadap Nilai Sejarah

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad mengatakan, kunjungan Menteri Wihaji ke Pulau Penyengat merupakan bentuk pengakuan nasional terhadap nilai sejarah dan kebudayaan Melayu.

“Pulau Penyengat adalah pusaka bangsa, bukan hanya milik Kepri. Di sini lahir pemikir besar seperti Raja Ali Haji yang kontribusinya begitu nyata dalam sejarah bahasa dan kebangsaan kita,” ujar Gubernur Ansar.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus menjaga dan merevitalisasi kawasan tersebut.

“Kami berkomitmen menjaga dan terus mendorong revitalisasi Pulau Penyengat agar nilai-nilai sejarah, budaya, dan pendidikan yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan dikenal generasi muda,” tegasnya.

Keagungan Peradaban Melayu

Sementara itu, Menteri Wihaji menyampaikan kekagumannya terhadap kekayaan sejarah dan peradaban yang dimiliki masyarakat Melayu di Pulau Penyengat. Ia menyebut pulau ini sebagai cermin kejayaan intelektual bangsa pada masa lampau.

“Pulau Penyengat menyimpan warisan luar biasa. Dari sini kita belajar bagaimana nilai agama, budaya, dan kebangsaan berpadu menjadi satu kekuatan moral bangsa. Ini bukan hanya milik masyarakat Kepri, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, pelestarian situs sejarah seperti Pulau Penyengat tidak hanya penting bagi sektor pariwisata, tetapi juga untuk membangun karakter dan pendidikan keluarga Indonesia.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarahnya. Saya berharap semangat literasi dan budaya yang pernah tumbuh di Penyengat bisa menjadi inspirasi bagi keluarga Indonesia dalam membangun generasi yang berkarakter, beradab dan mencintai ilmu,” tuturnya.

Ibadah dan Doa di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat

Menutup rangkaian kunjungan, Menteri Wihaji bersama rombongan melaksanakan ibadah dan berdoa di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, masjid legendaris yang dibangun pada abad ke-18 dengan campuran putih telur dalam adonannya.

Menteri Wihaji mengaku kagum dengan arsitektur masjid tersebut yang memadukan nilai keislaman dan budaya Melayu.

“Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban. Di sinilah dahulu ilmu, sastra dan agama berpadu membentuk peradaban yang luhur,” pungkasnya.

Turut mendampingi dalam kunjungan ini, Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar, Ketua LAM Kepri Raja Al Hafiz, dan Kepala BKKBN Kepri Rohina.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan