Mentrans Berusaha Mengubah Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru

admin.aiotrade 16 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Mentrans Berusaha Mengubah Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru

Perubahan Paradigma Transmigrasi di Kawasan Sano Nggoang

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan bahwa kawasan transmigrasi akan dikembangkan menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada potensi wilayah. Fokus utamanya adalah pemusatan penduduk, bukan lagi pemindahan penduduk. Pernyataan ini disampaikan oleh Mentrans Iftitah saat berkunjung ke Kawasan Transmigrasi Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

“Saya akan urai paradigma baru transmigrasi hari ini. Konsep transmigrasi itu adalah peningkatan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia, melalui pemusatan penduduk. Jadi, saya tidak menggunakan istilah perpindahan penduduk, saya gunakan istilah pemusatan penduduk,” ujarnya dalam keterangan resmi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penyelesaian Masalah HPL di Kawasan Transmigrasi

Salah satu isu utama yang dibahas dalam kunjungan tersebut adalah masalah Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Mentrans Iftitah berjanji akan menyelesaikan masalah-masalah yang diadukan warga transmigran. Ia menyatakan bahwa HPL harus dipelajari dan dikonsultasikan dengan ATR/BPN.

“Ia meyakini, setiap masalah pasti ada solusinya. Kedatangannya ke Manggarai Barat juga untuk memastikan polemik HPL untuk mendalami benang merah dalam persoalan ini,” kata dia.

Kesejahteraan di Kawasan Transmigrasi Harus Dirasakan Semua Warga

Iftitah menegaskan bahwa program Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi akan diperkuat untuk mendampingi masyarakat dalam pendidikan, peningkatan keterampilan, dan pengembangan usaha lokal. Tim Ekspedisi Patriot akan ditempatkan selama dua tahun untuk membimbing masyarakat setempat agar lebih mandiri secara ekonomi.

“Saya akan tempatkan para patriot di sana selama 2 tahun. Ngapain mereka? Mereka nanti S2 tapi sambil membimbing masyarakat, membantu masyarakat setiap hari,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kesejahteraan di kawasan transmigrasi harus dirasakan oleh semua warga, bukan hanya transmigran saja.

“Yang namanya insentif dan kesejahteraan bukan hanya milik transmigran. Tapi milik masyarakat transmigrasi. Sekali lagi, mudah untuk saya ucapkan. Tidak mudah untuk dilakukan. Tapi kalau niat kita baik, niat kita bersih, pasti ada jalan. Buktinya satu tahun pemerintahan Bapak Presiden berjalan, sudah 7 ribu sertifikat yang diselesaikan. Paling tidak ada progress,” tambahnya.

Potensi Besar di Kawasan Transmigrasi

Anggota Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari Universitas Padjajaran (Unpad), Pandya, menjelaskan bahwa kawasan Sano Nggoang dan UPT Longge memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian kakao dan kemiri. Hal ini ditemukan dari hasil observasi lapangan yang telah dilakukan Pandya bersama tim ekspedisi patriot. Ia yakin bila potensi ini dikelola dengan baik bisa menjadi produsen untuk kawasan lain.

“Kalau melihat potensinya yang sangat kelihatan sekali adalah untuk sebagai kawasan penunjang pariwisata dengan adanya jalan pariwisata di Labuan Bajo sampai Golo Mori ini. Jadi kalau mau ngomongin pengembangan ekonomi kita bisa untuk membuat pelatihan lalu persiapan untuk menjadi ke arah sana,” katanya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan