
jogja.aiotrade, YOGYAKARTA - Gunung Merapi masih berada pada tingkat level III atau Siaga, dengan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi. Salah satu bentuk aktivitas tersebut adalah erupsi efusif, yang terjadi secara terus-menerus.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat adanya data pemantauan suplai magma ke permukaan yang masih berlangsung. Hal ini memicu potensi bahaya awan panas guguran (APG).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan sejumlah aktivitas Gunung Merapi selama periode pengamatan 31 Oktober hingga 6 November 2025. Berdasarkan data yang dikumpulkan, selama seminggu terakhir telah terjadi 9 kali APG dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.500 meter ke arah barat daya, yaitu di hulu Kali Krasak.
Total guguran lava yang teramati selama periode tersebut adalah sebanyak 103 kali, dengan jarak luncur maksimum hingga 2.000 meter. Guguran paling sering terjadi menuju hulu Kali Krasak sebanyak 51 kali dan hulu Kali Sat/Putih sebanyak 38 kali.
Berdasarkan analisis foto udara, volume kubah barat daya mengalami penurunan sekitar 106.200 meter kubik, sehingga menjadi sebesar 4.308.700 meter kubik. Sementara itu, volume kubah tengah tidak dapat diukur karena sebagian areanya tertutup asap. Sebelumnya, survei drone menunjukkan bahwa volume kubah tengah terukur sebesar 2.368.800 meter kubik.
Hasil analisis foto termal juga menunjukkan sedikit kenaikan suhu pada kubah barat daya dan kubah tengah. Suhu kubah barat daya meningkat sebesar 1,7 derajat Celsius menjadi 249,3 derajat Celsius, sedangkan suhu kubah tengah naik 1,2 derajat Celsius menjadi 219,8 derajat Celsius.
Intensitas Kegempaan dan Deformasi
Secara instrumental, intensitas kegempaan pada minggu ini tercatat lebih rendah dibandingkan minggu sebelumnya. Namun, terekam 435 gempa Fase Banyak (MP) dan 747 gempa Guguran (RF).
"Pemantauan deformasi melalui EDM dan GPS tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada periode pengamatan," kata Agus.
BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya saat ini berpusat pada guguran lava dan awan panas. Zona bahaya yang ditetapkan adalah sebagai berikut:
- Sektor Selatan-Barat Daya: Bahaya APG hingga jarak maksimal 7 km (meliputi Sungai Bedog, Krasak, Bebeng) dan 5 km (Sungai Boyong).
- Sektor Tenggara: Bahaya APG hingga 3 km (Sungai Woro) dan 5 km (Sungai Gendol).
Masyarakat di Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Selain itu, masyarakat harus mewaspadai bahaya lahar dan APG terutama saat terjadi hujan deras di seputar Merapi. Pada Minggu (9/11), tercatat hujan dengan intensitas 40-62 mm per jam di puncak dan lereng selatan.