
Aktivitas Gunung Merapi yang Meningkat
Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya pada hari ini, Rabu, 12 November 2025. Dalam laporan resmi dari Badan Geologi, terjadi awan panas guguran pada pukul 07.35 WIB. Awan panas tersebut meluncur sejauh diperkirakan 1.700 meter ke arah Barat Daya hulu Kali Krasak. Awan panas ini memiliki amplitudo maksimum sebesar 9 mm dan berlangsung selama 125,2 detik.
Sebelumnya, pada Selasa, 11 November 2025, Gunung Merapi juga mengalami kejadian serupa. Pada pukul 16.29 WIB, terjadi awan panas guguran dengan estimasi jarak luncur sejauh 1.300 meter ke arah Barat Daya hulu Kali Krasak. Awan panas tersebut memiliki amplitudo maksimal 32 mm dan berlangsung selama 106,51 detik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, dalam laporan yang sama, Badan Geologi mencatat bahwa terjadi 7 kali guguran lava ke arah Barat Daya atau arah hulu Kali Sat, Kali Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak. Guguran lava ini memiliki jarak luncur maksimum sejauh 1.900 meter. Hingga saat ini, Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah masih berada pada tingkat aktivitas Siaga (Level III).
Potensi Bahaya dari Aktivitas Gunung Merapi
Berdasarkan rekomendasi dari Badan Geologi, potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya. Wilayah-wilayah yang terancam termasuk Sungai Boyong hingga jarak maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga jarak maksimal 7 kilometer. Di sektor tenggara, wilayah yang terancam adalah Sungai Woro hingga jarak maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga jarak maksimal 5 kilometer.
Selain itu, jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Data pemantauan Badan Geologi menunjukkan bahwa suplai magma masih berlangsung, sehingga dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Himbauan untuk Masyarakat
Untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi, masyarakat dihimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada terhadap bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.
Dengan situasi yang terus dipantau, penting bagi masyarakat sekitar untuk selalu mengikuti informasi terbaru dari instansi terkait. Kesiapsiagaan dan kesadaran akan ancaman alam ini sangat penting untuk menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar.