Merdeka Battery (MBMA) Dukung Proyek Ekspansi, Cek Rekomendasi Saham

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 9x dilihat
Merdeka Battery (MBMA) Dukung Proyek Ekspansi, Cek Rekomendasi Saham


aiotrade.CO.ID - JAKARTA

Kinerja keuangan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) masih menghadapi tekanan hingga kuartal III-2025. Meskipun demikian, prospek jangka panjang perusahaan tetap terbuka seiring percepatan ekspansi di sektor hilir, khususnya proyek high pressure acid leach (HPAL) dan acid iron metal (AIM) yang menunjukkan kemajuan signifikan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pendapatan belum diaudit perusahaan selama sembilan bulan 2025 tercatat sebesar US$ 935 juta, turun 32% secara tahunan (yoy). Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan kontribusi dari segmen nickel pig iron (NPI) yang minus US$ 102,3 juta dan high-grade nickel matte (GNM) yang minus US$ 418,8 juta. Namun, sebagian penurunan tersebut dikompensasi oleh peningkatan pendapatan dari segmen limonit dan lainnya.

Menurut Miftahul Khaer, Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, kemerosotan kinerja MBMA hingga kuartal III salah satunya dipicu oleh melemahnya kontribusi produksi dari fasilitas pemrosesan nikel konvensional akibat pemeliharaan dan penyesuaian produksi. "Sehingga pendapatan hilir akhirnya ikut tertekan," ujar Mifta kepada aiotrade, Selasa (9/12/2025).

Meski volume bijih nikel perusahaan sempat naik signifikan pada enam bulan pertama tahun ini, hal tersebut belum mampu menutupi penurunan pendapatan dari segmen pengolahan. Selain itu, dalam kondisi ini, Mifta menilai pasar masih merespons moderat di tengah harga nikel global yang belum stabil akibat tekanan oversupply dari produsen besar di kawasan Asia.

"Meski begitu, kami kira prospek 2026 bisa lebih konstruktif dengan mulai beroperasinya proyek HPAL MBMA secara bertahap di pertengahan 2026," tambahnya.

Asal tahu saja, MBMA terus memperkuat strategi pertumbuhan terintegrasi melalui pengembangan HPAL dan AIM, sehingga menempatkan MBMA sebagai pemain penting dalam rantai pasok global bahan baku baterai.

Proyek HPAL PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) diketahui telah mencapai 54% progres pembangunan pabrik dan 29% untuk fasilitas Feed Preparation Plant (FPP), dengan commissioning tahap pertama ditargetkan pertengahan 2026. Di fasilitas AIM yang dikelola PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), produksi asam sulfat perseroan stabil di level 251.715 ton.

Selain itu, pabrik klorida dan katoda tembaga juga masuk tahap commissioning dengan produksi awal pelat tembaga katoda memenuhi standar London Metal Exchange (LME).

Berdasarkan analisis Mifta, jika volume MHP bisa sesuai rencana, ke depan bakal ada momentum kinerja bisa kembali membaik terutama jika permintaan EV global kembali tumbuh. Dengan demikian, Mifta merekomendasikan investor untuk trading buy saham MBMA dengan target harga Rp 660 per saham.

Proyek Strategis MBMA

Berikut adalah beberapa proyek strategis yang sedang dikembangkan oleh MBMA:

  • High Pressure Acid Leach (HPAL)
    Proyek ini merupakan bagian dari strategi pengembangan hilir perusahaan. Saat ini, progres pembangunan pabrik HPAL mencapai 54%, sementara fasilitas Feed Preparation Plant (FPP) mencapai 29%. Commissioning tahap pertama direncanakan akan dimulai pada pertengahan 2026.

  • Acid Iron Metal (AIM)
    Proyek AIM yang dikelola oleh PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) memiliki kapasitas produksi asam sulfat yang stabil di tingkat 251.715 ton.

  • Pabrik Klorida dan Katoda Tembaga
    Pabrik ini sedang dalam tahap commissioning. Produksi awal pelat tembaga katoda sudah memenuhi standar London Metal Exchange (LME).

Prospek Keuangan MBMA

Meskipun kinerja keuangan MBMA masih tertekan, proyek-proyek strategis yang sedang berjalan memberikan harapan positif untuk masa depan perusahaan. Dengan mulai beroperasinya proyek HPAL pada pertengahan 2026, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kinerja keuangan MBMA.

Analisis dari Mifta menunjukkan bahwa jika volume MHP sesuai rencana, maka momentum kinerja perusahaan dapat kembali membaik, terutama jika permintaan global terhadap kendaraan listrik (EV) kembali meningkat. Oleh karena itu, ia merekomendasikan investor untuk mempertimbangkan saham MBMA dengan target harga Rp 660 per saham.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan