Merdeka Copper Capai Pendapatan US$ 1,28 Miliar di Kuartal III-2025

admin.aiotrade 18 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Merdeka Copper Capai Pendapatan US$ 1,28 Miliar di Kuartal III-2025


PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengalami penurunan pendapatan selama sembilan bulan pertama tahun 2025. Namun, perusahaan berhasil membukukan penyusutan kerugian bersih dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Rabu (17/12/2025), MDKA melaporkan pendapatan sebesar US$ 1,28 miliar untuk kuartal III-2025. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 22,81% dibandingkan pendapatan US$ 1,66 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan MDKA juga turun menjadi US$ 1,12 miliar dari sebelumnya US$ 1,55 miliar. Hal ini berdampak positif terhadap laba kotor yang meningkat menjadi US$ 166,05 juta, naik dari US$ 118,16 juta pada sembilan bulan pertama 2024.

Dari sisi operasional, MDKA mencatatkan laba usaha sebesar US$ 121,83 juta, naik dari US$ 78,78 juta pada periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, beban umum dan administrasi masih cukup besar, yaitu sebesar US$ 40,72 juta, serta beban penjualan pemasaran sebesar US$ 3,5 juta.

Tekanan juga datang dari sisi keuangan. Beban keuangan bersih tercatat mencapai US$ 90,45 juta, sedikit meningkat dibandingkan US$ 83,01 juta pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, MDKA juga mencatat beban lain-lain bersih sebesar US$ 3,76 juta, turun dari US$ 24,67 juta.

Secara keseluruhan, MDKA membukukan laba periode berjalan sebesar US$ 14,29 juta, berbalik arah dari rugi US$ 19,62 juta pada sembilan bulan pertama 2024. Namun, jika dilihat dari sisi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, MDKA masih mencatatkan rugi sebesar US$ 34,76 juta, meskipun angka ini menyusut 48,13% dibandingkan rugi US$ 67,02 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Albert Saputro menyatakan bahwa EBITDA perusahaan tercatat mencapai US$ 295 juta, meningkat 33% year-over-year dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata emas, peningkatan margin emas hingga 59%, serta implementasi efisiensi biaya di seluruh rantai nilai nikel Merdeka yang terintegrasi.

Menurut Albert, kinerja MDKA sembilan bulan pertama tahun 2025 mencerminkan kekuatan portofolio Merdeka yang terdiversifikasi serta fokus berkelanjutan pada profitabilitas dan kualitas eksekusi.

“Meskipun menghadapi tantangan operasional serta penurunan kontribusi pendapatan dari segmen pengolahan nikel, Merdeka tetap mampu mencatatkan pertumbuhan EBITDA sebesar 33%, didukung oleh harga emas yang lebih tinggi serta perbaikan margin di sebagian besar operasi sebagai hasil dari disiplin pengendalian biaya,” ujar Albert dalam keterangan resminya, Kamis (18/12/2025).

Merdeka juga mencatat kemajuan signifikan pada proyek strategis Tambang Emas Pani yang dikembangkan oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Proyek ini ditandai dengan dimulainya kegiatan penumpukan bijih (ore stacking). Dengan capaian tersebut, EMAS tetap menargetkan dimulainya produksi emas pada kuartal pertama 2026 sesuai rencana.

Di segmen nikel, operasi yang dijalankan melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menunjukkan kinerja yang solid, dengan proyek-proyek utama berjalan sesuai dengan rencana pengembangan. Produksi tambang nikel SCM (Sulawesi Cahaya Mineral) meningkat dengan output saprolit sebesar 89% dan limonit sebesar 51%. Sementara itu, produksi Nickel Pig Iron (NPI) tercatat lebih rendah, namun tetap mampu mempertahankan tingkat margin yang sehat.

Proyek Acid Iron Metal (AIM) yang dioperasikan oleh PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) berada pada jalur yang tepat untuk mencapai produksi penuh pada fasilitas pirit, asam, logam klorida, serta pabrik katoda tembaga pada akhir 2025.

Dalam pengembangan High Pressure Acid Leach (HPAL), PT ESG New Energy Material (PT ESG) meningkatkan produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) menjadi 7.181 ton dan mencatatkan penjualan sebesar 7.554 ton pada 3Q25. Sementara itu, pembangunan pabrik HPAL PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC), dengan kapasitas terpasang sebesar 90.000 ton nikel per tahun dalam bentuk MHP, terus berjalan sesuai jadwal, dengan komisioning lini produksi pertama ditargetkan pada pertengahan 2026.

“Dengan posisi likuiditas yang kuat dan visibilitas pertumbuhan produksi dalam jangka pendek yang jelas, kami meyakini Merdeka berada pada posisi yang solid untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Albert.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan