Mesin Giling Rusak, Petani Tebu Blora: Kebangkrutan Menanti

admin.aiotrade 21 Okt 2025 4 menit 13x dilihat
Mesin Giling Rusak, Petani Tebu Blora: Kebangkrutan Menanti


BLORA, aiotrade.app–
Sejumlah petani tebu di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengungkapkan kekecewaan atas berhentinya operasional mesin giling (boiler) milik PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Todanan. Keresahan mereka disampaikan langsung kepada Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita, dalam pertemuan yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Blora, Senin (20/10/2025). Acara itu juga dihadiri oleh Bupati Blora Arief Rohman, Ketua DPRD Mustopa, Wakil Ketua Lanova Chandra Tirtaka, serta perwakilan APTRI (Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia) Blora.

Salah satu petani dari wilayah Kunduran, Darmadi, mengaku kaget dan terpukul dengan kabar berhentinya musim giling di GMM. “Rasa duka kami di saat berhentinya musim giling GMM ini, apalagi kami selaku petani merasa syok. Jujur saja, sejak berhentinya GMM, tegakan kami masih banyak. Dengan turunnya hujan yang kurang bersahabat, apa bisa tertebang?” ujar Darmadi. Ia berharap ada solusi konkret dari pemerintah dan Bulog agar musim giling bisa kembali berjalan tahun depan. “Walaupun tahun ini kami merasa berduka, kami berharap untuk tahun 2026 GMM bisa buka kembali. GMM adalah aset kami sebagai petani tebu,” tambahnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Senada, petani dari wilayah Japah, Padiman, menyampaikan kekesalan karena tebu petani masih banyak yang belum digiling. “Harapan kami, GMM bisa membeli tebu para petani yang masih tegakan, lebih dari 500 hektar. Masa sih mesin ujug-ujug bluk (tiba-tiba rusak)?” kata Padiman. Menurutnya, kerusakan mesin bukan hal baru di pabrik gula milik BUMN tersebut. “Saya sangat kecewa. Banyak petani Blora yang loyal dengan GMM. Dua tahun ini sering rusak. Tahun ini saja sudah 34 hari tidak giling,” ujarnya.

PT GMM dan Bulog Minta Maaf, Siapkan Langkah Darurat
Menanggapi keluhan petani, Direktur Operasional PT GMM Blora, Krisna Murtianto, menyampaikan permintaan maaf atas kerusakan mesin boiler. “Kami mohon maaf atas kerusakan mesin GMM. Kami bisa membantu sebatas crane dan jembatan timbang untuk mendukung petani,” jelas Krisna. Sementara itu, Febby Novita dari Perum Bulog menyatakan akan segera mencari solusi agar hasil panen petani tidak terbuang sia-sia. “Kerusakan mesin ini tidak kami harapkan. Tapi kami akan mencarikan solusi agar tebu tetap bisa terserap. Kami akan bantu dengan crane, truk besar, dan alat timbang supaya bisa dikirim ke pabrik lain terdekat,” jelas Febby.

Febby juga menyebut bahwa meskipun GMM sedang tidak beroperasi, beberapa pabrik gula lain di sekitar Blora masih buka dan siap menyerap tebu petani. “Pasti kami bawa persoalan ini ke Direksi. Dalam waktu dekat, kami akan perbaiki mesinnya. Ini penting karena menyangkut penghidupan para petani,” tutupnya.

Solusi yang Diusulkan

Beberapa langkah telah diusulkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi para petani tebu. Berikut adalah beberapa solusi yang disampaikan oleh pihak terkait:

  • Bantuan Logistik
    Bulog dan PT GMM berkomitmen untuk memberikan bantuan logistik seperti crane dan truk besar agar tebu petani dapat dikirim ke pabrik gula lain yang masih beroperasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa hasil panen tidak terbuang sia-sia.

  • Pemeliharaan Mesin
    Pihak PT GMM berjanji untuk segera melakukan perbaikan pada mesin boiler yang rusak. Proses perbaikan akan dilakukan dalam waktu dekat agar operasional pabrik dapat kembali berjalan normal.

  • Koordinasi dengan Pabrik Lain
    Bulog akan berkoordinasi dengan pabrik gula lain di sekitar Blora untuk memastikan bahwa tebu petani dapat terserap. Ini merupakan upaya untuk menjaga kesejahteraan para petani yang terdampak oleh berhentinya operasional GMM.

Masalah yang Diangkat oleh Petani

Petani tebu di Blora mengeluhkan beberapa isu utama terkait operasional GMM. Berikut adalah beberapa masalah yang disampaikan:

  • Masalah Teknis pada Mesin
    Kerusakan mesin boiler menjadi salah satu penyebab utama berhentinya operasional GMM. Petani mengeluhkan bahwa masalah ini sering terjadi dan membuat proses giling tebu terganggu.

  • Harga Tebu yang Tidak Stabil
    Beberapa petani menyebutkan bahwa harga tebu yang ditawarkan oleh GMM tidak stabil. Hal ini membuat para petani kesulitan dalam mengatur keuangan mereka.

  • Keterlambatan Pembayaran
    Ada laporan bahwa pembayaran tebu yang seharusnya dilakukan oleh GMM terlambat. Hal ini memicu ketidakpuasan dari para petani.

Harapan Petani untuk Masa Depan

Para petani berharap agar situasi ini segera terselesaikan. Mereka berharap GMM dapat kembali beroperasi dan memberikan dukungan yang cukup bagi para petani. Selain itu, mereka juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap industri gula di Blora.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan