
Proyek Avtur dari Minyak Goreng Bekas di Mesir
Mesir telah menyetujui kontrak dengan perusahaan Qatar, Al Mana Holdings, untuk pembangunan fasilitas produksi avtur dari minyak goreng bekas. Investasi dari Qatar ini mencapai sebesar 200 juta dolar AS (Rp3,9 triliun). Langkah ini menjadi bagian dari upaya Mesir dalam memperkuat perekonomiannya dan menghadapi tantangan seperti utang luar negeri serta defisit anggaran.
Fasilitas Produksi Avtur akan Dibangun di Dekat Terusan Suez
Fasilitas produksi avtur dari minyak goreng bekas rencananya akan dibangun di Zona Ekonomi Khusus Terusan Suez yang terletak di Ain Sokhna. Pembangunan proyek ini akan dilakukan dalam tiga fase dan akan berdiri di atas lahan seluas 100 ribu meter persegi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada fase pertama, fasilitas ini akan mampu memproduksi 200 ribu ton avtur setiap tahunnya. Selain itu, investasi ini merupakan bagian dari komitmen Qatar dalam membangun kawasan ekonomi khusus di Terusan Suez tersebut.
Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly menyebut bahwa proyek ini adalah tanda positif hubungan antara Kairo dan Doha. Pembangunan ini membuktikan bahwa kedua negara memiliki hubungan politik dan perdagangan yang kuat.
Mesir dan Qatar Tingkatkan Hubungan Dagang
Pada saat yang sama, Menteri Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Mesir, Hassan El-Khatib meresmikan Forum Bisnis Mesir-Qatar. Forum tersebut didirikan untuk memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi antara kedua negara.
Menurut informasi yang diperoleh, hubungan dagang antara Mesir dan Qatar terus meningkat dalam setahun terakhir. Perdagangan antara kedua negara naik dari awalnya 80 juta dolar AS (Rp1,3 triliun) pada 2023 menjadi 143 juta dolar AS (Rp2,3 triliun) pada 10 bulan pertama 2025.
Mesir Mendapatkan Investasi Sektor Pariwisata dari UEA dan Arab Saudi
Pada September, Mesir berhasil memastikan investasi dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi sebesar 18,5 miliar dolar AS (Rp308 triliun) di sektor pariwisata. Dengan ini, kedua negara Timur Tengah itu setuju untuk membangun kompleks pariwisata di sepanjang pesisir Laut Merah.
Kompleks pariwisata ini mencakup area seluas 10 juta meter persegi dan diprediksi mampu menyerap 170 ribu tenaga kerja dan 25 ribu posisi permanen. Proyek ini memiliki keunikan tersendiri dalam perencanaan dan layanannya.
Madbouly menyebut bahwa investasi ini adalah bentuk fokus pemerintah pada pembangunan pariwisata dan perkotaan di Mesir. Pembangunan kompleks pariwisata ini akan diisi dengan marina yang penuh dengan kapal mewah.
Proyek Pabrik Produksi Avtur di Tanzania
Tanzania juga tengah bersiap untuk membangun pabrik produksi avtur senilai Rp6,9 triliun. Proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian negara Afrika tersebut.
Benarkah Rumput Laut Bisa Jadi Bahan Bioavtur?
Beberapa ahli menyebut bahwa rumput laut bisa menjadi bahan bioavtur. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan kelayakan dan efisiensi penggunaannya sebagai bahan bakar alternatif. Menteri Kelautan dan Perikanan, Trenggono, memberikan pandangan terkait isu ini.