Prosesi Adat Hajad Dalem Jumengeng Dalem Nata Binayangkare PB XIV Siap Digelar
Prosesi adat Hajad Dalem Jumengeng Dalem Nata Binayangkare PB XIV akan segera digelar dengan persiapan yang telah dilakukan oleh panitia resmi. Berbagai pihak terkait telah menyiapkan langkah-langkah penting agar acara berjalan lancar dan sesuai dengan nilai-nilai luhur keraton.
KGPAA Hamengkunegoro telah menyatakan dirinya sebagai PB XIV, yang menjadi perhatian utama masyarakat. Sementara itu, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, putri tertua dari Sinuhun Pakubuwono XIII, meminta doa restu masyarakat agar prosesi dapat berjalan khidmat dan lancar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kami memohon doa restu dan dukungan seluruh masyarakat Surakarta serta rakyat Nusantara agar prosesi adat ini berjalan lancar, khidmat, dan penuh berkah. Mari kita sambut raja baru dengan suasana damai, rukun, adem ayem, dan penuh rasa hormat, sebagaimana nilai-nilai luhur warisan Keraton Surakarta,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Panitia Jumengeng Dalem Nata Binayangkare Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat juga telah terbentuk. Mereka menyampaikan bahwa surat resmi mengenai pelaksanaan Hajad Dalem Jumengeng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV yang beredar adalah benar dan sah dikeluarkan oleh panitia tersebut.
Munculnya Dua Versi Mengenai Penerus Tahta
Sebelum pemakaman Sinuhun Pakubuwono XIII, muncul dua versi mengenai penerus tahta. Pada Rabu (5/11/2025), KGPAA Hamengkunegoro menyatakan dirinya berdiri sebagai Pakubuwono XIV di depan jenazah ayahnya. Sementara itu, Maha Menteri Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kangjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan, menyatakan belum ada penerus tahta yang disepakati dan ia akan menjalankan fungsi ad interim hingga penerus PB XIII resmi dinobatkan.
Putra Dalem Tertua Sinuhun Pakubuwono XIII, KGPH Hangabehi atau KGPH Mangkubumi, angkat bicara mengenai adiknya, KGPAA Hamengkunegoro, yang mengukuhkan diri sebagai penerus tahta. Menurutnya, sosok penerus tahta masih belum final dan sedang dibahas dalam keluarga inti.
“Itu biarkan masih menjadi pembicaraan di keluarga inti kami. Semua masih dibahas dan dimusyawarahkan. Saya berkomunikasi terus dengan adik saya mengenai permasalahan ke depan,” jelasnya saat ditemui Jumat (7/11/2025).
Persiapan Acara yang Matang
Prosesi adat Hajad Dalem Jumengeng Dalem Nata Binayangkare PB XIV akan digelar pada Sabtu (15/11/2025) mendatang, meski masih terdapat perselisihan mengenai penerus tahta Keraton Kasunanan Surakarta. GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani berharap prosesi dapat berjalan khidmat dan lancar.
Ia memastikan kabar mengenai digelarnya jumenengan benar adanya. Selain itu, panitia juga telah menyiapkan berbagai hal untuk memastikan acara berjalan dengan baik.
Peran Panitia dalam Prosesi Adat
Panitia Jumengeng Dalem Nata Binayangkare Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat juga telah terbentuk. Mereka menyampaikan bahwa surat resmi mengenai pelaksanaan Hajad Dalem Jumengeng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV yang beredar adalah benar dan sah dikeluarkan oleh panitia tersebut.
Mereka juga menjawab berbagai pertanyaan dan konfirmasi yang masuk, sehingga memberikan kejelasan kepada masyarakat tentang pelaksanaan acara.
Keberlanjutan Nilai-Nilai Luhur Keraton
Dalam pernyataannya, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur keraton. Ia berharap masyarakat dapat bersama-sama menyambut raja baru dengan suasana damai, rukun, adem ayem, dan penuh rasa hormat.
Semua pihak terkait berkomitmen untuk menjaga tradisi dan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh leluhur. Prosesi adat ini tidak hanya menjadi momen penting bagi keluarga keraton, tetapi juga menjadi momen yang bermakna bagi masyarakat luas.