
Diseminasi NAP di Denpasar: Menyamakan Metode Operasi SAR Nasional
Diseminasi National Accreditation Process (NAP) yang berlangsung selama empat hari di Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Bali, telah menandai langkah penting dalam memperkuat metode operasi penanggulangan bencana di wilayah Urban (USAR). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh peserta, panitia, serta para observer, dan ditutup secara resmi oleh Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.
Tujuan utama dari diseminasi ini adalah untuk menyamakan pandangan dan metode operasi antara Kantor Pencarian dan Pertolongan serta potensi SAR di berbagai wilayah Indonesia. Dengan demikian, setiap tindakan penanganan bencana dapat dilakukan dengan konsistensi dan efisiensi yang tinggi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Materi yang Disampaikan Selama Diseminasi
Pada hari pertama hingga kedua, peserta menerima pembekalan tentang pemahaman dan prosedur yang diberlakukan dalam misi perbantuan di suatu daerah apabila terjadi kebencanaan atau USAR. Materi yang disampaikan oleh para mentor mencakup:
- Program NAP
- Pengenalan INSARAG
- Pengenalan konsep USAR
- Komponen tim USAR
- Base of Operational (BoO)
- Virtual OSOCC
- Assessment Search and Rescue
- Sektorisasi
- INSARAG Marking System
- Worksite Triage
Materi tersebut memberikan dasar yang kuat bagi peserta dalam memahami tugas dan tanggung jawab mereka dalam operasi SAR.
Tahap Simulasi dan Pelatihan Lapangan
Di hari ketiga dan keempat, peserta memasuki tahap pre Simulasi Exercise (SIMEX) dan akhirnya melakukan simulasi latihan penanganan beberapa kasus penyelamatan dan evakuasi. Tim Denpasar sebagai NAP 112 menghadapi tantangan di lima worksite pada skenario gempa di Kabupaten Buleleng. Beberapa situasi yang dihadapi meliputi penyelamatan korban di reruntuhan, evakuasi di rongga sempit (Confined Space), evakuasi di ketinggian, serta evakuasi korban kecelakaan lalu-lintas dengan penanganan khusus.
Simulasi dimulai sejak pagi hari, sekitar pukul 08.00 WITA, dan berlangsung hingga dini hari keesokan harinya. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman, sehingga semua worksite berhasil diselesaikan sesuai rencana.
Penutupan Acara dan Evaluasi
Di akhir acara, dilakukan penandatanganan checklist lembar penilaian dan diserahkan langsung oleh Direktur Operasi Basarnas kepada Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya. Meskipun ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, para mentor memberikan apresiasi atas upaya dan kerja keras tim NAP 112.
Sidakarya menyampaikan rasa terima kasih atas ilmu baru yang diberikan, yang akan sangat bermanfaat bagi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Langkah awal ini meninggalkan pekerjaan rumah demi peningkatan kualitas dan profesionalitas secara managerial maupun teknis di lapangan.