Metode Operasi Seragam, Basarnas Selenggarakan Diseminasi NAP di Bali

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 11x dilihat
Metode Operasi Seragam, Basarnas Selenggarakan Diseminasi NAP di Bali
Metode Operasi Seragam, Basarnas Selenggarakan Diseminasi NAP di Bali

Pelaksanaan Diseminasi NAP di Denpasar, Bali

Diseminasi National Accreditation Process (NAP) yang berlangsung selama empat hari di Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Bali, telah menarik perhatian banyak pihak. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan metode operasi di wilayah Urban Search and Rescue (USAR) yang dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan serta potensi SAR di berbagai daerah di Indonesia.

Pada hari Jumat, 24 Oktober 2025, kegiatan diseminasi ini ditutup secara resmi oleh Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N. Penutupan dilakukan di hadapan seluruh peserta, panitia, dan para observer. Dalam sambutannya, ia mengingatkan kepada seluruh jajaran yang terlibat agar terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka, sehingga setiap usaha yang dilakukan dapat mencapai hasil maksimal dan menjaga keselamatan personel serta aset sesuai rencana.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Materi yang Disampaikan Selama Diseminasi

Selama dua hari pertama, peserta diseminasi menerima pembekalan tentang pemahaman hingga prosedur yang berlaku dalam misi perbantuan di suatu daerah apabila terjadi bencana atau USAR. Materi yang disampaikan oleh para mentor mencakup berbagai topik penting, seperti:

  • Program NAP
  • Pengenalan INSARAG
  • Pengenalan konsep USAR
  • Komponen tim USAR
  • Base of Operational (BoO)
  • Virtual OSOCC
  • Assessment Search and Rescue
  • Sektorisasi
  • INSARAG Marking System
  • Worksite Triage

Materi-materi tersebut dirancang untuk memberikan pengetahuan yang komprehensif dan memperkuat pemahaman peserta terhadap standar operasional yang diterapkan dalam operasi SAR.

Tahap Simulasi dan Pelatihan Lapangan

Di hari ketiga dan keempat, peserta mulai memasuki tahap pre Simulasi Exercise (SIMEX). Pada hari keempat, simulasi latihan penanganan beberapa kasus penyelamatan dan evakuasi dilakukan. Salah satu tim yang terlibat adalah Tim Denpasar sebagai NAP 112, yang menghadapi tantangan di lima worksite pada skenario kejadian gempa di Kabupaten Buleleng.

Beberapa situasi yang dilatih antara lain penyelamatan korban di reruntuhan, evakuasi di rongga sempit (Confined Space), evakuasi di ketinggian, serta evakuasi korban kecelakaan lalu lintas dengan penanganan khusus. Simulasi ini dimulai dari pagi hari, sekitar pukul 08.00 WITA hingga dini hari keesokan harinya.

Hasil dan Evaluasi Kegiatan

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman. Semua worksite yang ada telah diselesaikan tanpa kendala berarti. Di akhir acara penutupan, dilakukan penandatanganan checklist lembar penilaian dan diserahkan langsung oleh Direktur Operasi Basarnas kepada Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Atas upaya dan kerja keras tim NAP 112, para mentor memberikan apresiasi, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan untuk mencapai kinerja yang lebih maksimal. Sidakarya menyampaikan terima kasih atas ilmu baru yang diberikan, yang dinilai sangat bermanfaat bagi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Tantangan dan Langkah Masa Depan

Langkah awal dalam pelaksanaan NAP ini meninggalkan pekerjaan rumah demi peningkatan kualitas dan profesionalitas secara managerial maupun teknis di lapangan. Dengan adanya diseminasi ini, diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat dalam pengembangan kapasitas dan kemampuan tim SAR di seluruh Indonesia.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan