
Mick Doohan, legenda MotoGP, memberikan komentar terkait gelar juara dunia yang baru saja diraih oleh Marc Marquez bersama Ducati. Perjalanan Marquez di musim ini masih jauh dari usai, karena ia akan kembali tampil dalam MotoGP Indonesia 2025 akhir pekan ini di Sirkuit Mandalika, Lombok.
Si Alien, demikian panggilan akrab Marquez, telah mengunci gelar juara dunia pada seri sebelumnya di GP Jepang. Dengan status sebagai juara dunia baru, ia tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk meraih kemenangan lagi. Terlebih lagi, Marquez memiliki rasa penasaran besar terhadap Sirkuit Mandalika, karena belum pernah menyelesaikan lomba di sana sebelumnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Euforia sebagai juara dunia baru musim ini membawa nuansa yang berbeda bagi Marquez. Ia kini memiliki dorongan motivasi yang lebih kuat untuk terus berjuang dan membuktikan diri. Kesuksesan rider berusia 32 tahun ini tidak bisa dipungkiri telah menarik banyak perhatian, termasuk dari Mick Doohan.
Legenda MotoGP itu kembali mengenang perjalanan Marquez saat ia berjuang melawan cedera yang membelitnya saat masih berkostum Honda. Pada masa tersebut, Doohan menjadi salah satu orang yang paham dengan situasi Marquez, karena pernah mengalami hal serupa.
"Marquez dan saya berbicara beberapa kali selama masa pemulihan itu," ujar Doohan, dilansir dari laman Motosan.
"Tidak banyak orang di dunia ini yang bisa saya ajak bicara seperti ini."
"Hal itu karena tak banyak dari kami yang pernah berada dalam situasi seperti ini, mungkin itulah yang membantunya," imbuhnya.
Menurut pandangan Doohan, Marquez memiliki sikap yang sangat kuat dan menjaga motivasi balapnya. Ia melihat banyak kesamaan antara pengalamannya sendiri dan Marquez.
"Ada banyak kesamaan dengan kasus saya, karena saya juga mendominasi sebelum terjatuh di Assen, dan saya juga butuh beberapa tahun untuk pulih," ucap Doohan.
"Dorongan yang membuatnya tidak menyimpan apa pun adalah keinginan untuk terus membalap, sama seperti saya."
"Marquez punya urusan yang belum terselesaikan, dan tidak ada yang lebih memotivasi seseorang selain mengosongkan diri," tambahnya.
Di mata Doohan, mentalitas Marquez yang kuat juga menjadi salah satu faktor yang membuatnya sukses kembali.
"Secara mental, apa yang telah dia capai menunjukkan betapa kuatnya dia," ujar Doohan menjelaskan.
"Begitu banyak cedera dan operasi yang dia jalani menuntun kita untuk menemukan sisi terdalam diri kita, sebagai seorang individu."
"Semua upaya di balik apa yang telah Marquez lakukan menjelaskan mengapa dia begitu rendah hati," imbuhnya.
Menurut Doohan, gelar juara ini sangat berharga bagi Marquez, terutama karena ia sempat menyatakan niat untuk pensiun dari MotoGP.
"Gelar ini akan sangat memuaskan bagi Marquez, terutama karena ia sudah hampir mempertimbangkan untuk pensiun," kata Doohan.
"Masa-masa cederanya terasa tak berujung dan sangat berat, tapi saya yakin ia kini melihat ke belakang dan percaya bahwa semua itu sepadan," tambahnya.