
Pertumbuhan Perdagangan Aset Digital di Indonesia
Perdagangan aset digital, khususnya cryptocurrency, di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan menjelang akhir tahun. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset digital mencapai Rp 49,28 triliun pada Oktober 2025, meningkat sebesar 27,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selama periode Januari hingga Oktober 2025, total nilai perdagangan kripto tercatat mencapai Rp 409,56 triliun. Angka ini juga diiringi dengan jumlah investor yang mencapai 18,61 juta orang. Kenaikan transaksi ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap aset digital sebagai salah satu instrumen investasi baru.
Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, pelaku industri menilai bahwa edukasi dan literasi keuangan digital masih perlu diperkuat agar masyarakat memahami potensi sekaligus risiko dari perdagangan aset kripto.
Upaya Meningkatkan Pemahaman Publik
Salah satu upaya untuk mendorong pemahaman publik dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja (Pintu), sebuah perusahaan aset digital yang terdaftar resmi di Indonesia. Pintu melalui berbagai kegiatan berbasis komunitas, termasuk kompetisi trading, berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang aset digital.
Tahun ini, Pintu menutup rangkaian kegiatan dengan Pintu Year-End Trading Competition 2025, yang digelar di dua produk utama, yaitu Pintu untuk perdagangan spot dan Pintu Futures untuk perdagangan derivatif kripto.
“Sepanjang tahun 2025, PINTU telah mengadakan tiga kegiatan kompetisi trading, dan Pintu Year-End Trading Competition 2025 menjadi penutup dari rangkaian tersebut. Total hadiah dari empat kompetisi trading Pintu tahun ini mencapai lebih dari Rp 800 juta,” ujar Head of Product Marketing Pintu Iskandar Mohammad dalam keterangannya.
Token Favorit dalam Kompetisi Trading
Iskandar menjelaskan, dari data kompetisi sebelumnya, aset seperti Bitcoin (BTC), Moodeng (MOODENG), dan XRP menjadi tiga token favorit dalam perdagangan spot. Sementara pada perdagangan derivatif, aset BTC, Solana (SOL), dan Pepe (PEPE) paling banyak dipilih peserta.
“Per 13 November 2025, sudah ada lebih dari 1.500 pengguna PINTU yang mendaftar sebagai peserta trading competition, dan jumlahnya akan terus bertambah,” kata Iskandar.
Dia menambahkan, berbagai fitur seperti limit order, Auto DCA, hingga price alert di PINTU serta adjustable leverage dan price protection di Pintu Futures diharapkan dapat membantu pengguna memahami mekanisme transaksi dengan lebih baik.
Tujuan Kompetisi Trading
Iskandar menilai, inisiatif seperti kompetisi trading bukan semata ajang perlombaan, tetapi juga sarana edukatif bagi masyarakat untuk mengenal aset digital dan cara memperdagangkannya secara bijak.
“Kami optimistis inisiatif yang kami lakukan seperti trading competition ini tidak hanya memberikan dampak positif kepada peningkatan pertumbuhan perdagangan industri crypto Indonesia, namun dapat mendorong adopsi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan platform investasi aset crypto dalam negeri,” tutur Iskandar.
Kesimpulan
Dengan pertumbuhan yang signifikan, perdagangan aset digital di Indonesia menunjukkan potensi besar. Namun, pentingnya edukasi dan literasi keuangan digital tetap menjadi prioritas utama. Melalui inisiatif seperti kompetisi trading, perusahaan seperti Pintu berupaya memastikan masyarakat dapat memahami dan memanfaatkan aset digital secara lebih bijak. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri kripto yang lebih stabil dan berkelanjutan.