Pengakuan Mengejutkan dari Anak Kecil dalam Kasus Pembunuhan Ibu Kandung
Kasus kematian tragis Faizah Soraya (42) di Medan hingga kini masih menyisakan banyak pertanyaan. Di tengah proses hukum yang terus berjalan, sebuah pengakuan mengejutkan akhirnya muncul dari AI (12), siswi kelas 6 sekolah dasar yang disebut sebagai pelaku pembunuhan ibu kandungnya sendiri.
Pengakuan tersebut justru membuka babak baru yang penuh kegamangan. Keluarga korban belum sepenuhnya yakin bahwa anak seusia itu mampu melakukan perbuatan sekejam tersebut. Sementara itu, kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan belum berakhir dan setiap detail peristiwa terus didalami demi memastikan kebenaran terungkap secara utuh, objektif, dan adil.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dua Kali Prarekonstruksi
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan dua kali prarekonstruksi dalam perkara ini. Prarekonstruksi pertama digelar di Mapolrestabes Medan, sementara prarekonstruksi kedua dilakukan langsung di tempat kejadian perkara (TKP).
Dalam prarekonstruksi di lokasi kejadian, adegan diperagakan langsung oleh AI, kakaknya, serta ayahnya. “Enam jam tim telah melaksanakan pra rekonstruksi kedua,” ujar Jean Calvijn. Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian adegan disusun berdasarkan fakta yang dikumpulkan penyidik, dengan pendampingan ketat dari psikolog dan Dinas Perlindungan Anak.
“Setidaknya ada 43 adegan yang tadi kita lakukan. Mudah-mudahan ini lebih menyempurnakan proses penyidikan dan proses penyelidikan lanjutan yang kami laksanakan,” jelasnya.

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar
Faizah Soraya ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Medan, pada Rabu (10/12/2025) pagi. Saat itu, korban tinggal bersama dua orang anak dan suaminya, Alham Wumala Siagian.
Pada malam sebelum kejadian, Faizah diketahui tidur bersama anak-anaknya di lantai satu rumah, sementara sang suami berada di lantai dua. Ketika ditemukan, kondisi Faizah sangat mengenaskan. Tubuhnya terkapar dengan luka di berbagai bagian, meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga yang menyaksikan langsung pemandangan tersebut.
Keraguan Keluarga Kian Menguat
Keraguan keluarga terhadap versi tunggal pelaku semakin menguat setelah melihat kondisi jasad Faizah. Hal ini diungkapkan oleh Dimas, adik kandung korban. Ia menilai jumlah dan tingkat luka di tubuh sang kakak sulit diterima akal jika dikaitkan dengan pelaku anak berusia 12 tahun.
Apalagi, menurut keluarga, AI dikenal sebagai anak berprestasi, berperilaku baik, dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan ibunya. Fakta-fakta itu membuat keluarga terus mempertanyakan: benarkah tragedi ini hanya dilakukan oleh seorang anak kecil?
Pengakuan yang Mengguncang
Meski diliputi keraguan, Dimas mengungkapkan bahwa AI telah menyampaikan pengakuan. “Adek Alicia mengaku dia yang membunuh mamanya,” tulis Dimas melalui akun Instagram pribadinya. Namun pengakuan itu belum cukup untuk menutup luka dan pertanyaan.
“Tapi semua kejanggalan mulai tampak dan kita hanya bisa nunggu laporan resmi dari Kepolisian,” imbuhnya.
Menunggu Kebenaran Terungkap
Kini, kasus kematian Faizah Soraya berada di persimpangan antara pengakuan, fakta forensik, dan keraguan keluarga. Polisi terus menyisir setiap detail, sementara publik menanti kejelasan: apakah tragedi ini murni ulah seorang anak, atau masih ada kepingan kebenaran lain yang belum terungkap?
Di balik semua itu, satu hal tak terbantahkan: sebuah keluarga telah hancur, dan keadilan menjadi harapan terakhir yang dinanti.