
Penyelidikan Kasus Kematian Mahasiswa Unud
Kepolisian Daerah (Polda) Bali hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud) bernama Timothy Anugerah Saputra (22), yang melompat dari lantai 4 gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud di Jl PB Sudirman, Denpasar. Sampai saat ini, belum ditemukan bukti kuat yang mengarah pada dugaan adanya tindakan perundungan (bullying) sebagai penyebab utama kejadian tersebut.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk orang terdekat, teman satu kelas, dosen, sahabat, dan orang-orang yang berada di lokasi sesaat setelah kejadian. Dari 21 saksi yang sudah diperiksa, tidak ada indikasi adanya tekanan atau perundungan yang dialami korban sebelum meninggal dunia pada Rabu pagi, 15 Oktober 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kami tegaskan, dari 21 saksi yang sudah diperiksa, belum ditemukan adanya indikasi bullying yang menjadi penyebab korban melompat dari lantai empat," ujar Kombes Pol Ariasandy. Ia menegaskan bahwa fokus utama penyelidikan adalah mencari tahu penyebab jatuhnya mahasiswa FISIP Unud tersebut, apakah itu bunuh diri atau kecelakaan.
Meskipun dugaan bullying santer beredar di publik, Ariasandy menegaskan bahwa sampai saat ini belum ditemukan adanya indikasi bullying sebelum Timothy meninggal. "Ini masih berjalan. Kami bekerja secara profesional berdasarkan investigasi dan bukti saintifik," ujarnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi yang valid jika memiliki bukti kuat terkait dugaan bullying. Mereka akan menindaklanjuti semua laporan dan bekerja secara profesional untuk mengungkap misteri di balik peristiwa tragis tersebut.
Kendala dalam Penyelidikan
Proses penyelidikan di tahap awal sempat menghadapi beberapa kendala. Salah satu hambatan signifikan adalah minimnya laporan awal dari keluarga korban. Ibu korban tidak mau diperiksa, dan telah membuat surat pernyataan tidak mempersoalkan kasus kematian tragis anaknya. Pihak kepolisian bahkan telah mendatangi ibu korban, tetapi permintaan pemeriksaan tidak disetujui.
Selain itu, sahabat dekat korban, yang diyakini memiliki informasi kunci mengenai kondisi psikologis dan persoalan pribadi Timothy, sempat menolak memberikan keterangan karena masih dalam kondisi syok. "Waktu tanggal 15 (Oktober), penyidik sudah berupaya secara persuasif untuk menggali informasi, tetapi yang bersangkutan belum sanggup memberi keterangan karena masih dalam kondisi syok," jelasnya.
Kendala penyelidikan mulai terurai setelah laporan resmi dari ayah Timothy, Lukas Triana Putra, diterima pada 20 Oktober. Setelah laporan ini, penyidik kembali memanggil sejumlah saksi dan melakukan pemeriksaan tambahan. Langkah penting terbaru yang dilakukan penyidik adalah pendalaman isi ponsel dan laptop milik Timothy untuk mendalami motifnya melompat dari lantai 4.
"Pada awalnya, handphone korban diamankan belum bisa kami periksa. Namun, setelah ada laporan polisi, keluarga menyerahkan ponsel itu, dan saat ini kami sedang mendalami isinya untuk mencari petunjuk lain terkait motif bunuh diri," kata mantan Kabid Humas Polda NTT ini.
Perhatian dari Menteri HAM
Kasus kematian Timothy mendapat perhatian Menteri HAM Natalius Pigai. Ia mendatangi kampus Unud di Jl Sudirman dan menemui Rektor Prof. I Ketut Sudarsana dan jajarannya pada Jumat siang, 24 Oktober 2025. Pertemuan Menteri Natalius Pigai dengan Rektor Unud dan jajarannya ini berlangsung secara tertutup di lantai 4 gedung Pascasarjana Unud. Usai pertemuan tertutup itu, mereka memberikan keterangan kepada awak media.
"Saya sudah bertemu dengan pihak Kampus Universitas Udayana. Kami juga sudah melakukan pertemuan dengan berbagai komunitas termasuk aparat kepolisian. Dan saya harus menyampaikan bahwa ada dua peristiwa," ujar Menteri Natalius Pigai. "Peristiwa yang pertama adalah terkait dengan kematian almarhum Timothy. Peristiwa yang kedua adalah terkait dengan tindakan-tindakan nir-empati dan nir-simpati."
Menurutnya, di antara kedua peristiwa ini apakah ada hubungan atau tidak ada hubungan? Hanya satu, kepolisian yang akan menentukan. "Jadi semua apapun yang terjadi, yang bisa menghubungkan ada hubungan atau tidak ada hubungan adalah kepolisian," imbuhnya.
Satgas Kumpulkan Data
Rektor Unud Prof. Ketut Sudarsana menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah pusat atas perhatian dan simpati terhadap kasus meninggalnya Timothy. "Kami dari Universitas Udayana sangat berterima kasih sekali kepada pemerintah pusat atas perhatian dan juga simpati yang sudah diberikan sehingga Pak Menteri HAM juga berkenaan hadir untuk kita diskusi dan memberikan pencerahan dan pengarahan kepada kita semua," ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa semua data terkait dengan kejadian ini sudah dirilis juga oleh tim komunikasi publik Unud. Semua tim sedang berproses untuk ke depannya. "Satgas sampai saat ini masih dalam pendampingan mengumpulkan data," ucapnya singkat tanpa memberikan keterangan lebih lanjut kepada awak media.
Pemerintah Sampaikan Belasungkawa
Menteri Ham Natalius Pigai, menyatakan kedatangannya ke Kampus Unud karena pemerintah hadir mendengarkan semua dinamika kehidupan di masyarakat. Pemerintah merasa ikut berempati, simpati, dan bekerja. "Karena tugas pemerintah itu adalah memastikan agar ada rasa keadilan bagi seluruh tumpah darah Indonesia. Kemudian saya memutuskan untuk ke Kampus Udayana untuk mengecek peristiwa terkait dengan kematian almarhum Timothy," jelasnya saat ditemui di Kampus Unud, Jl Sudirman, Jumat 24 Oktober 2025.
"Saya atas nama pemerintah menyampaikan simpati dan berbelasungkawa kepada almarhum, dan kami sampaikan simpati dan berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan," sambungnya. Menteri HAM Natalius Pigai berharap apapun yang terjadi di publik, kita harus menghormatinya dengan memiliki rasa simpati dan empati dengan adanya ini, peristiwa-peristiwa di masa yang akan datang tidak boleh lagi menimbulkan hal yang nirempati dan nirsimpati.
Ia pun mengungkapkan hasil pertemuan dengan Rektor Unud bahwa ada tindakan bullying atau perundungan terhadap Timothy setelah meninggal dunia, dan semua mahasiswa yang melakukan perundungan telah dimintai keterangan. "Memang ada tindakan bullying terhadap almarhum. Dan mereka-mereka yang melakukan tindakan bullying ini sedang dilakukan pendalaman dan dimintai keterangan. Pak Rektor yang mengambil keputusan. Saya yakin Rektor akan mengambil keputusan yang adil," imbuhnya.
Menteri Natalius Pigai pun menyebut bahwa aksi perundungan saat ini terjadi dimana-mana bahkan mulai dari SD, SMP, SMA, Universitas atau Perguruan Tinggi, serta di kalangan masyarakat umum juga terjadi tindakan bullying. Pihaknya menyampaikan bahwa rasa keadilan harus dirasakan oleh korban, yang kedua harus dirasakan oleh keluarga paling dekatnya, baru yang ketiga dirasakan secara publik. βOleh karena itu, saya yakin Pak Rektor dengan Civitas Akademik Universitas Udayana akan mengambil keputusan yang berkeadilan, dirasakan oleh korban, dirasakan oleh keluarga korban, dan dirasakan oleh publik,β katanya.