Misteri Laut Banyuwangi, Terumbu Karang Bangkit di Watu Dodol

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 22x dilihat
Misteri Laut Banyuwangi, Terumbu Karang Bangkit di Watu Dodol

Pemandangan Menakjubkan di Selat Bali

Jarum jam menunjukkan pukul sembilan lewat lima menit, namun mentari pagi hari itu tampak enggan bersahabat. Saat perahu yang membawa kami berlayar melewati garis Pantai Watu Dodol Banyuwangi, mentari pagi akhirnya muncul dari ufuk timur, tempat ia bersembunyi semalaman suntuk.

Laut terlihat tenang, seperti sebuah cermin besar yang memantulkan cahaya. Barisan pegunungan di Bali Barat menjulang tinggi dengan anggun, menambah kesan eksotisme pantai Watu Dodol. Pemandangan ini berhasil membius kami sampai-sampai hilang akal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Udara pagi masih segar, dan suara mesin perahu berpadu dengan nyanyian laut yang menenangkan. Kurang dua puluh menit berlayar, birunya air laut berubah semakin jernih. Ini menandakan dunia bawah laut siap menyambut siapa pun yang datang dengan rasa penasaran yang bergejolak.

Ombak kecil berkejaran di tepian pantai saat kapal perahu bergerak pelan. Sang nahkoda tak pernah sungkan menerangkan eksotisme Selat Bali dan lukisan alamnya yang terlalu mempesona.

"Itu barisan pegunungan yang ada di Bali Barat. Kalau mau foto-foto di bawah, taro saja hp-nya di atas kaca perahu," ujarnya singkat dan penuh antusias, tak mau membiarkan penumpangnya kecewa.

Terumbu Karang dan Rumah Ribuan Ikan di Selat Bali

Pelampung, masker dan snorkel (tabung pernapasan) terpasang dengan baik, alat tempur untuk berpetualang di bawah laut. Begitu tubuh terjun ke air, sensasi sejuk langsung menyergap, obat pelipur setelah tersengat sang mentari pagi.

Dari balik masker, pemandangan menakjubkan terbentang menyambut dengan hangat. Hamparan terumbu karang berlapis-lapis, menjadi taman bunga yang tumbuh di dasar laut. Ikan-ikan kecil berwarna cerah melintas tanpa takut, sesekali mendekat, seolah ingin menyapa.

Karang-karang kini menjadi rumah bagi ribuan ikan sekaligus merawat ekosistem laut, dan menjadi bagian dari mozaik kehidupan bawah laut di Selat Bali. Semua hidup tentram dalam keteraturan alami.

Transplantasi terumbu karang di Grand Watu Dodol ini bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungannya (TJSL) PT Bumi Suksesindo (BSI), sebuah operator tambang di Banyuwangi, bagian dari entitas perusahaan emiten, PT Meredeka Copper Gold Tbk.

Pada tahun 2023, jumlah transplantasi terumbu karang mencapai 2.500 terumbu karang. Total terumbu karang yang telah ditransplantasi BSI di lokasi ini mencapai 4.000 terumbu karang.

Komitmen Merawat Lingkungan Banyuwangi

Sejatinya, tak ada garis sepadan yang menyambungkan antara aktivitas tambang oleh BSI dengan program TJSL transplantasi terumbu di Pantai Watu Dodol, Banyuwangi.

Kepala Sekretaris Perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, Tom Malik menjelaskan, keikutsertaan BSI dalam menumbuhkan kembali terumbu karang yang banyak rusak di Pantai Watu Dodol bentuk komitmen dalam merawat lingkungan.

"Kenapa BSI melakukan itu, sebenarnya menunjukan komitmen terhadap pengelolaan lingkungan keluar dari wilayah kerja kita sendiri. Itu kan bagian dari beyond compliance tadi. Kalau di dalam wilayah tambang sendiri pengelolaan lingkungan sesuai peraturan atau lebih baik dari peraturan itu sendiri," kata Tom saat ditemui di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat.

Menjaga Reputasi Perusahaan Emetin yang Profesional

Tom menekankan, transplantasi terumbu karang ini bentuk dari komitmen PT Merdeka Copper Gold dan semua entitas perusahaan tambang dalam menjaga reputasi sebagai perusahaan yang mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

"Bagian dari reputasi karena terumbu karang tidak dilakukan di laut selatan itu tidak ada karangnya. Tapi yang kita lakukan di situ adalah monitoring dari biota laut di sana," kata Tom.

Kewajiban CSR perusahaan telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dasar hukum Corporate Social Responsibility (CSR) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 47 tahun 2012 tentang TJSL.

Selain itu, Tom menekankan, aktivitas yang dilakukan BSI tidak berdampak banyak. Karena sebelum operasi dilakukan pihaknya juga melakukan base line di bidang sosial dan lingkungan.

"Sebelum kita berangkat di situ kondisinya seperti apa lalu di monitor apakah ada dampaknya. Jadi dengan itu juga sekalian memperbaiki kalau ada sesuatu," kata dia.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan