
Motif Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Terungkap
Polisi telah mengungkap motif pelaku ledakan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta. Pelaku diketahui merupakan salah satu siswa aktif di sekolah tersebut. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa motivasi pelaku berasal dari perasaan kesepian dan tidak memiliki tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya.
"Dorongannya di mana yang bersangkutan merasa sendiri, kemudian merasa tidak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya, baik itu di lingkungan keluarga, di lingkungannya itu sendiri, maupun di lingkungan sekolah," ujar Iman pada Senin (11/11/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sementara itu, AKBP Mayndra Eka Wardhana dari PPID Densus 88 Antiteror Polri menambahkan bahwa pelaku juga memiliki dendam terhadap perlakuan buruk yang dialaminya selama ini.
"Yang bersangkutan juga memiliki motivasi dendam, dendam terhadap beberapa perlakuan-perlakuan kepada yang bersangkutan," ungkap Mayndra.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menjelaskan bahwa dua bom diledakkan di area masjid sekolah tersebut. "Di sana ada dua crater, artinya ada dua kawah ledak yang kami temukan di TKP. Berarti kemungkinan diduga memang ada dua bom yang diledakkan di dalam masjid," kata Henik di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/11/2025).
Bom yang berada di masjid dikendalikan melalui remote yang ditemukan polisi di taman baca. "Dapat disimpulkan untuk di TKP pertama di masjid, bahwa berdasarkan material yang ditemukan, rangkaian tersebut adalah rangkaian bom aktif dengan menggunakan remote," tambah Henik.
Adapun TKP kedua peledakan bom berada di bank sampah dan taman baca. Berbeda dengan TKP pertama, bom di lokasi tersebut diledakkan menggunakan sumbu bakar. Di lokasi tersebut ditemukan barang bukti berupa kaleng dan pipa logam.
Secara keseluruhan, polisi menemukan tujuh bom, empat di antaranya telah meledak. "Jadi dari tujuh, empat yang meledak. Tiga yang masih aktif sudah kita kembalikan di Markas Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya," ujar Henik.
Gerak-gerik Pelaku Terekam CCTV
Gerak-gerik pelaku sebelum meledakkan bom di SMAN 72 Jakarta terekam oleh CCTV di sekolah tersebut. Dalam kasus ini, polisi menyita dan menganalisis dua DVR CCTV yang merekam kejadian pada Jumat (7/11/2025).
Pada pukul 07.28 waktu CCTV atau 06.28 secara real time, pelaku terlihat memasuki gerbang sekolah mengenakan seragam serta menggendong tas ransel dan menenteng tas jinjing. Tak berselang lama, pelaku berpapasan dengan seorang wanita yang diduga salah satu guru di SMAN 72. Keduanya terlihat berinteraksi.
"Kemudian ditampak bagian dalam ada celana berwarna hitam yang tersembul atau terlihat dari luar lebih sedikit. Dan dia menuju ke arah tempat ibadah masjid," kata Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, Kombes Roberto Pasaribu, pada Selasa (11/11/2025).
Pada pukul 11.44 WIB, pelaku terlihat memasuki masjid sambil membawa tas berwarna merah. Sekitar 20 menit kemudian, bom sudah meledak dan pelaku telah berganti pakaian. Pelaku juga terlihat menenteng senjata mainan.
"Selanjutnya kembali di channel 30 lorong lantai satu timur dua, ABH setelah mengadakan kegiatan yang tadi itu berlari menjauhi masjid. Tampak pintu ruangan terbuka diduga akibat adanya ledakan dan selanjutnya langsung loncat," ungkap Roberto.
Rekaman CCTV lainnya menampilkan para siswa berhamburan keluar meninggalkan area masjid untuk menyelamatkan diri.
Tempat Kejadian Perkara (TKP)
Adapun polisi menemukan dua tempat kejadian perkara (TKP) ledakan di SMAN 72 Jakarta. TKP pertama yakni berada di dalam masjid. Di lokasi ini, tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya menemukan beberapa barang bukti berupa serpihan plastik, potongan tas, dan paku.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, mengatakan, ada dua bom yang diledakkan di area masjid. "Di sana ada dua crater, artinya ada dua kawah ledak yang kami temukan di TKP. Berarti kemungkinan diduga memang ada dua bom yang diledakkan di dalam masjid," kata Henik di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2025).
Henik mengungkapkan, bom yang berada di masjid dikendalikan melalui remote yang ditemukan polisi di taman baca. "Dapat disimpulkan untuk di TKP pertama di masjid, bahwa berdasarkan material yang ditemukan, rangkaian tersebut adalah rangkaian bom aktif dengan menggunakan remote," ungkap Dansat Brimob.