Pembunuhan Anak Tiri di Desa Talang Empat: Motif Tragis Terungkap
Pada 5 November 2025, sebuah kejadian tragis terjadi di Desa Talang Empat, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah. Seorang ayah tiri berinisial Sa (52) tega membunuh anak tirinya, FY (27), setelah terjadi pertengkaran dengan ibu korban. Kejadian ini mengejutkan masyarakat sekitar dan memicu penyelidikan oleh aparat kepolisian.
Setelah pelaku ditangkap, terungkap motif yang sangat menyedihkan di balik pembunuhan tersebut. Pelaku mengakui bahwa ia merasa terganggu karena korban sering menggunakan ponsel dan tidak mencari pekerjaan. Hal ini menjadi awal dari konflik antara korban dan ibunya, yang kemudian berujung pada peristiwa tragis.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Peristiwa Berdarah
Pada pagi hari, korban sedang bermain ponsel di dalam kamar. Ibu korban memberi nasihat agar ia tidak terlalu sering bermain ponsel dan mulai mencari pekerjaan. Namun, perkataan itu membuat korban tersinggung hingga terjadi adu mulut antara ibu dan anak.
Pelaku yang sedang memperbaiki mesin air di luar rumah mendengar keributan dan langsung masuk ke kamar korban untuk menanyakan penyebab pertengkaran. Korban tidak menjawab pertanyaan pelaku, melainkan langsung marah dan menyerang ayah tirinya menggunakan cangkul.
Pelaku mencoba menghindar dan memeluk korban untuk menenangkan situasi. Namun, korban kembali menyerang menggunakan cangkul hingga akhirnya pelaku mencabut parang yang terselip di pinggang kirinya dan menyayat leher korban. Korban sempat berjalan ke arah teras rumah, namun akhirnya terjatuh dan meninggal dunia di tempat.

Penangkapan Pelaku
Setelah dua hari buron, pelaku pembunuhan anak tiri di Desa Talang Empat akhirnya berhasil ditangkap. Pelaku berinisial Sa dibekuk jajaran Polres Bengkulu Tengah dibantu warga sekitar di areal perkebunan tak jauh dari lokasi kejadian. Pelaku ditemukan dalam kondisi lemah dan diduga kelaparan setelah dua hari melarikan diri usai menghabisi nyawa anak tirinya.
Penyesalan Pelaku
Setelah diamankan oleh jajaran Polres Bengkulu Tengah, pelaku pembunuhan anak tiri diperlihatkan ke publik dalam gelar konferensi pers yang digelar di Mapolres Bengkulu Tengah. Pelaku berinisial Sa (52), tampak mengenakan baju tahanan berwarna oranye bertuliskan Satreskrim Polres Bengkulu Tengah. Ia terlihat tenang namun menunduk sepanjang acara.
Saat hendak digiring kembali menuju ruang pemeriksaan, Sa menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan mendalam kepada istrinya yang juga merupakan ibu kandung korban. “Bu, ayah memang sebenar-benarnya minta maaf. Penyesalan ayah sangatlah besar, maaf lahir batin, Bu,” ucapnya lirih dengan suara bergetar.
Perkelahian Berdarah
Sebelumnya diberitakan, ayah tiri berinisial Sa di Desa Talang Empat melakukan pembunuhan terhadap anak laki-lakinya pada Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 08.00 WIB. Dari data yang berhasil dihimpun, aksi pembunuhan ini terjadi di kediaman korban. Saat itu, korban sedang berada di dalam kamar.
Dengan alasan yang belum diketahui, terjadi perkelahian antara korban dan sang ayah. Korban mengalami sejumlah luka akibat perkelahian tersebut hingga darah memenuhi kamar. Ibu dan adik perempuan korban yang melihat kejadian itu langsung histeris dan memanggil warga sekitar untuk meminta pertolongan.
Warga yang mendengar teriakan itu segera mendatangi lokasi dan melihat korban sudah terduduk lemah di teras rumah. Mereka kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk melakukan evakuasi. Saat tiba di lokasi kejadian, korban telah dalam kondisi tidak bernyawa.
Kapolres Bengkulu Tengah, AKBP Totok Handoyo, melalui Kasat Reskrim AKP Junairi, membenarkan peristiwa tersebut. "Benar, saat ini jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Bengkulu untuk diautopsi," ujar Junairi. Pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri. "Sekarang kita sedang mengejar keberadaan terduga pelaku, tadi kita lihat memang korban mengalami luka di bagian pundak," sampainya.