
Penutupan Rumah Sakit Pratama Solor dan Klarifikasi dari Warga Lewohedo
Pada hari Minggu, 19 Oktober 2025, terjadi peristiwa penutupan sementara Rumah Sakit (RS) Pratama Solor yang menarik perhatian luas. Peristiwa ini berlangsung di Desa Lewohedo, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur. Warga setempat menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan atas dasar kesadaran sendiri tanpa adanya pihak luar yang memicu.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Petrus Kanisius Hama Lamen, atau dikenal sebagai Kanis Lamen, saat melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, di Rumah Adat Desa Lewohedo pada Senin, 20 Oktober 2025. Dalam kesempatan tersebut, Kanis Lamen menegaskan bahwa tidak ada provokator dalam aksi penutupan RS Pratama Solor ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kami warga Lewohedo melakukannya karena kesadaran sendiri. Tidak ada pihak luar yang memengaruhi tindakan kami," ujarnya dengan tegas, yang kemudian disambut oleh tepuk tangan warga yang hadir.
Menurut Kanis Lamen, aksi ini dipicu oleh ketidakjelasan mengenai pekerjaan non teknis di RS Pratama Solor. Sebelumnya, ada kesepakatan antara pihak rumah sakit dan masyarakat, namun hingga kini belum terealisasi.
"Kami memiliki niat baik sebagai warga Lewohedo. Aksi ini bukan anarkis, tetapi kami hanya ingin kejelasan terkait kesepakatan yang masih menggantung," ujarnya dengan penuh rasa.
Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, memberikan respons terhadap penjelasan Kanis Lamen. Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan memberikan perhatian, meskipun tidak dalam waktu dekat.
"Saat ini fokus pemerintah adalah penempatan tenaga ASN untuk percepatan visitasi agar RS Pratama dapat memperoleh nomor registrasi dan izin operasional," jelas Ignas Uran.
Ia menambahkan bahwa setelah izin operasional keluar, pemerintah bersama DPRD akan segera membahas penempatan tenaga non teknis sesuai ketentuan yang berlaku.
Pernyataan ini mendapat sambutan positif dari warga yang hadir, ditandai dengan tepukan tangan sebagai tanda kepuasan dan syukur atas kepastian yang diberikan.
Akibatnya, RS Pratama Solor yang sempat ditutup akhirnya dibuka kembali pada Selasa, 21 Oktober 2025, dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan seperti biasa.
Kepala Desa Lewohedo, Andreas Peni Ama Koten, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang turun langsung dan menyampaikan permohonan maaf atas aksi penutupan yang dilakukan warganya.
Andreas juga menegaskan bahwa apa yang disampaikan dalam audiensi di Rumah Adat adalah sabda, sebuah pernyataan resmi dan bermakna dalam budaya setempat.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya komunikasi dan kejelasan antara pemerintah dan masyarakat agar pelayanan kesehatan di daerah tetap berjalan optimal tanpa menimbulkan ketegangan.