Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) Ekspansi Agresif, Ini Rekomendasi Sahamnya

Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) Ekspansi Agresif, Ini Rekomendasi Sahamnya

Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) - Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) Ekspansi Agresif, pt 1
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) telah merancang rencana ekspansi yang cukup besar pada tahun 2026 dengan alokasi belanja modal antara Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun. Rencana ini dinilai memiliki potensi untuk memperkuat prospek pertumbuhan jangka menengah hingga panjang. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh investor, terutama mengenai tekanan margin di jangka pendek.

Menurut Abdul Azis Setyo Wibowo, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, alokasi capex tersebut mencerminkan strategi ekspansi yang agresif namun tetap terukur. Ia menyatakan bahwa langkah ini positif bagi pertumbuhan jangka menengah-panjang karena sektor rumah sakit masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan.

Meski demikian, Azis mengingatkan bahwa ekspansi tersebut berpotensi menekan margin dalam jangka pendek akibat munculnya biaya awal operasional. MIKA sedang membangun dua rumah sakit baru di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur yang ditargetkan rampung pada kuartal III-IV 2026.

Dari sisi kontribusi, Azis menilai bahwa kontribusi dari rumah sakit baru tersebut terhadap pendapatan pada 2026 diperkirakan masih terbatas. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa fasilitas baru umumnya membutuhkan waktu untuk mencapai tingkat okupansi optimal. Kontribusi yang lebih signifikan kemungkinan baru akan terlihat pada 2027 hingga 2028, seiring peningkatan utilisasi dan jumlah pasien.

Dari sisi pendanaan, keputusan MIKA untuk membiayai ekspansi sepenuhnya dari kas internal dinilai mencerminkan kekuatan likuiditas dan struktur neraca yang solid. Azis menilai bahwa langkah ini juga menunjukkan tingkat leverage yang rendah sehingga risiko keuangan relatif terjaga. Meskipun demikian, penggunaan kas dalam jumlah besar berpotensi mengurangi fleksibilitas keuangan dalam jangka pendek, meskipun secara keseluruhan kondisi keuangan perusahaan masih tergolong sangat sehat.

Dengan capaian laba bersih sebesar Rp 1,36 triliun pada 2025, kinerja MIKA diperkirakan akan tetap tumbuh ke depan, meski dengan laju yang moderat. Pertumbuhan akan didorong oleh peningkatan volume pasien, ekspansi kapasitas, serta penguatan layanan bernilai tambah. Namun, ia kembali menekankan bahwa tekanan margin dari ekspansi dan biaya operasional tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor.

Dalam rekomendasi, Azis memberikan rating buy untuk saham MIKA dengan target harga Rp 2.350 per saham.