
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mengumumkan bahwa perseroannya telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 2,7 triliun setelah melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) pada 17 Desember 2025. Dalam IPO ini, Superbank melepas 4,4 miliar saham biasa dengan harga Rp 635 per lembar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Head of Legal & Corporate Secretary SUPA, Astrid Abina Carolin, menyatakan bahwa dana segar dari IPO tersebut menambah modal inti perseroan per 30 September 2025 sebesar Rp 4,8 triliun. Setelah dana sebesar Rp 2,7 triliun masuk, modal Superbank meningkat menjadi Rp 7,6 triliun.
“Sehingga permodalan Superbank telah memenuhi kriteria sebagai bank KBMI II berdasarkan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 18 Desember 2025.
Setelah IPO, saham SUPA dibuka naik 24,41 persen ke level Rp 790 per saham dari harga penawaran dan mengunci auto reject atas (ARA). Perdagangan saham SUPA pada pembukaan mencatat 1.052 kali transaksi dengan volume 19.714 lot dan nilai transaksi Rp 1,56 miliar.
Berdasarkan prospektus, sekitar 70 persen dana hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja untuk memperkuat penyaluran kredit kepada segmen underbanked baik ritel maupun UMKM, yang menjadi fokus utama pertumbuhan Superbank. Sementara itu, sekitar 30 persen akan dialokasikan untuk belanja modal, termasuk pengembangan produk pendanaan dan pembiayaan, sistem pembayaran digital, infrastruktur teknologi informasi, penguatan sistem operasional, serta investasi jangka panjang di AI, data analytics, dan cybersecurity.
Ke depan, Superbank akan memperkuat sinergi ekosistem digital Grab-OVO dan Emtek di Indonesia, serta dukungan para pemegang saham strategis lainnya, yaitu Singtel, KakaoBank, dan GXS. Menurut perseroan, kombinasi kapabilitas teknologi, jangkauan ekosistem, dan pengalaman perbankan regional ini semakin memperkuat posisi Superbank dalam menghadirkan layanan finansial yang lebih inklusif, relevan, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Strategi Penggunaan Dana IPO
Berikut adalah beberapa strategi utama dalam penggunaan dana IPO oleh Superbank:
-
Peningkatan Penyaluran Kredit: Sebagian besar dana akan digunakan untuk memperkuat penyaluran kredit kepada segmen underbanked, baik pelaku usaha ritel maupun UMKM. Hal ini bertujuan untuk memberikan akses keuangan yang lebih luas dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
-
Pengembangan Produk Pendanaan dan Pembiayaan: Dana juga akan dialokasikan untuk pengembangan berbagai produk pendanaan dan pembiayaan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan bisnis.
-
Infrastruktur Teknologi Informasi: Investasi dalam infrastruktur teknologi informasi akan membantu meningkatkan efisiensi operasional dan memastikan keandalan layanan digital.
-
Sistem Operasional yang Lebih Kuat: Penguatan sistem operasional akan memastikan bahwa layanan yang diberikan oleh Superbank tetap optimal dan aman.
-
Investasi di Teknologi Masa Depan: Superbank akan melakukan investasi dalam bidang AI, data analytics, dan cybersecurity untuk memastikan inovasi dan perlindungan terhadap risiko keamanan siber.
Sinergi Ekosistem Digital
Superbank akan terus memperkuat sinergi dengan ekosistem digital seperti Grab-OVO dan Emtek. Kolaborasi ini akan memungkinkan Superbank untuk memberikan layanan keuangan yang lebih mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.
Selain itu, dukungan dari para pemegang saham strategis seperti Singtel, KakaoBank, dan GXS akan memperkuat posisi Superbank dalam pasar keuangan Indonesia. Kombinasi antara pengalaman perbankan regional, kapabilitas teknologi, dan jangkauan ekosistem akan membantu Superbank dalam menciptakan layanan finansial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah ini, Superbank tidak hanya memperkuat posisinya sebagai salah satu bank KBMI II, tetapi juga siap menjawab tantangan dan peluang di dunia perbankan yang terus berkembang.