Kasus Penculikan Bilqis Ramadhany: Dari Makassar Hingga Jambi
Bilqis Ramadhany, seorang anak berusia 4 tahun asal Massar, Sulawesi Utara, menghilang selama sepekan. Kejadian ini mengejutkan masyarakat luas dan memicu kekhawatiran besar terhadap keselamatan anak-anak di Indonesia. Akhirnya, kasus ini terungkap setelah Bilqis ditemukan di Jambi dengan identitas baru bernama "Kiky".
Pelaku penculikan ternyata menjual Bilqis kepada beberapa orang hingga akhirnya korban berada di Jambi, lokasi yang terpaut jarak sekitar 3.300 km dari Makassar. Ini menjadi salah satu kasus penculikan terjauh yang pernah dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kronologi Penjualan Bilqis
Sebelum akhirnya sampai di Jambi, Bilqis sempat dijual di Yogyakarta dengan harga Rp30 juta. Setelah itu, ia dibawa ke Jambi dan dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi, yaitu Rp80 juta. Polisi menyebutkan bahwa motif utama dari tindakan tersebut adalah untuk mencari keuntungan ekonomi, dengan pelaku menjual korban kepada pihak lain yang mengaku mengadopsinya.
Saat ditemukan, Bilqis dalam kondisi ketakutan dan berada di tempat yang gelap. Ia bahkan sempat takut saat polisi mendekatinya. Namun, setelah video call dengan ibunya dilakukan, Baru saja Bilqis mau dibawa pulang. Setelah sepekan hilang, Bilqis berhasil ditemukan di kawasan Tabir Selatan, Merangin, Jambi pada Minggu (9/11/2025). Lokasi penemuan ini sangat sepi dan gelap, sehingga membuat kondisi Bilqis semakin mencekam.
Kondisi Bilqis Saat Ditemukan
Setelah bertemu dengan kedua orangtuanya, Bilqis menceritakan pengalamannya selama hampir sepekan diculik. Rupanya, selama masa penculikan, ia hanya diberi makan mi instan. “Ditanya makan apa nak? Dia bilang mi, cemilan, itu aja,” kata sang ayah, Dimas. Ia mengaku sempat stress selama anaknya hilang hampir sepekan. “Paling beratnya itu waktu antar pulang, melewati Makassar, kabarnya tidak ada simpang siur. Saya kadang pusing, stress gitu,” ucapnya.
Kronologi Penculikan Bilqis dari Makassar
Sebelumnya, Bilqis diculik oleh pelaku bernama Sri Yuliana di Makassar, Sulawesi Selatan. Saat itu, Bilqis sedang menemani ayahnya, Dwi Nurmas (34), melatih tenis di Taman Pakui Sayang, Makassar, pada Minggu (2/11/2025). Dwi Nurmas datang sekitar pukul 08.05 WITA bersama Bilqis yang kemudian bermain di playground di dekat lapangan tenis.
Sekitar pukul 09.00 WITA, Dwi Nurmas kehilangan putrinya. Dari rekaman CCTV, pelaku bernama Sri Yuliana alias Ana terlihat membawa Bilqis. Rupanya, ia membawa Bilqis untuk kemudian dijual seharga Rp3 juta. Anak mengaku tidak mengintai Bilqis. “Itu anak bermain, jadi saya tanya mana mama mu, dia jawab tidak ada, terus saya tanya lagi mana bapak mu, dia cuma geleng-geleng,” kata dia. Ana juga berdalih kalau dirinya tidak menawarkan apapun pada Bilqis. “Tidak ada saya tawarkan, hanya saya bilang, sini mau kau ikut dengan saya,” ucapnya.
Ia kemudian tega menjual Bilqis sebesar Rp3 juta pada wanita kenalannya di Facebook. “Awalnya dia mau ambil itu anak (Bilqis) untuk dirawat dengan baik. Dia menawarkan uang Rp3 juta, dia sudah transfer Rp500.000 ke rekening saya,” kata dia lagi.
Penjualan ke Jambi dan Pelaku Baru
Rupanya setelah itu, Bilqis dibawa ke Jambi dan dijual sebesar Rp80 juta. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi Kombes Pol Jimmy Christian Samma mengatakan Bilqis dijual oleh pelaku kedua, Mery Ana (42) dan Ade Firanto Syahputra (36) ke Suku Anak Dalam Jambi. Mery merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Tembesu, Kabupaten Merangin, Jambi. Sedangkan Ade asal Kampung Baru 2, Pasar Bangko, Kabupaten Merangin.
“Motif para pelaku murni untuk mencari keuntungan ekonomi,” ungkapnya. Mery membantah bahwa dirinya menculik Bilqis. “Gak ada kami menculik anak, kami tidak menculik anak,” katanya. Meski telah menjual Bilqis, ia mengaku kalau korban hendak diadopsi, bukan dijual. “Jadi orang yang ngasih anak sama kami itu, ada orang yang minta carikan anak untuk adopsi. Jadi kita ambil,” katanya.