
Penangkapan Wanita Terkait Jaringan Perdagangan Orang
Di Makassar, seorang wanita berinisial SY (30 tahun) masih menjalani pemeriksaan intensif setelah ditangkap oleh polisi. Ia diduga terlibat dalam jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Penangkapan ini dilakukan di indekosnya di Jalan Abu Bakar Lambogo, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Kamis (6/11/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan rekaman CCTV yang menunjukkan SY sedang menggandeng korban, Bilqis Ramdhani (4 tahun), di pinggiran jalan.
Pengakuan SY Mengenai Pemanggilan Bilqis
Dalam pemeriksaan polisi, SY mengaku bahwa ia memanggil Bilqis secara langsung tanpa menggunakan kekerasan fisik. Menurut pengakuannya, ia hanya berkata, βSini mau kau ikut dengan saya.β Tindakan nekat ini dilandasi oleh kebutuhan ekonomi mendesak. SY mencari korban secara acak di tempat umum yang sering dikunjungi anak-anak.
Ia mengatakan bahwa awalnya Bilqis sedang bermain dan ia bertanya kepada anak itu tentang orang tuanya. Bilqis menjawab bahwa ibunya tidak ada, dan ayahnya juga tidak tahu. Setelah itu, SY menanyakan lagi, dan Bilqis hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Janji Uang Rp 3 Juta Melalui Facebook
SY mengaku bahwa desakan ekonomi membuatnya bertindak impulsif. Sebelum menculik Bilqis, ia berkenalan dengan seorang wanita misterius melalui media sosial Facebook. Wanita tersebut menawarkan uang Rp 3 juta jika SY bisa memberikan seorang anak.
Menurut SY, awalnya wanita tersebut ingin mengambil Bilqis untuk dirawat dengan baik. Ia mengklaim bahwa wanita tersebut sudah mentransfer Rp 500.000 ke rekeningnya. SY percaya bahwa anak yang diserahkan hanya akan diadopsi oleh keluarga dari Jakarta yang tidak memiliki keturunan.
Namun, belakangan ia mengaku terkejut setelah mengetahui bahwa Bilqis ternyata dijual kembali hingga ke Jambi. Ia mengatakan bahwa dia tidak tahu bagaimana sampai ke sana. Menurut pengakuannya, orang Jakarta yang datang ke Makassar membawa Bilqis bersama perempuan dari Jakarta.
Bilqis Ditemukan Selamat di Jambi
Sebelumnya, Bilqis yang dilaporkan hilang selama sepekan akhirnya ditemukan dalam kondisi sehat tanpa luka sedikit pun. Lokasi penemuan berada di kawasan Suku Anak Dalam (SAD), tepatnya di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, pada Sabtu (8/11/2025) malam.
Bilqis ditemukan setelah polisi menindaklanjuti pengakuan pelaku lain yang telah menjual korban dengan harga sekitar Rp80 juta. Kasus ini kini tengah dikembangkan lebih lanjut oleh Polrestabes Makassar untuk menelusuri jaringan perdagangan anak lintas provinsi yang terlibat.