Momen Kerry Anak Riza Chalid Tanya Mantan Direktur BUMN Soal Perusahaan Miliknya

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Momen Kerry Anak Riza Chalid Tanya Mantan Direktur BUMN Soal Perusahaan Miliknya

Sidang Kasus Korupsi BBM: Peran PT Orbit Terminal Merak dalam Stabilitas Energi Nasional

Pada sidang kasus tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina Persero, Muhammad Kerry Adrianto Riza, pemilik PT Orbit Terminal Merak (PT OTM), mengajukan pertanyaan penting kepada Alfian Nasution. Alfian, yang pernah menjabat sebagai Vice President Supply dan Distribusi PT Pertamina tahun 2011-2015 serta Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga tahun 2021-2023, dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kerry bertanya tentang peran PT OTM dalam menjaga stabilitas pasokan bahan bakar di Indonesia. Dalam sesi tersebut, ia menanyakan dampak jika terminal miliknya berhenti beroperasi. "Apabila terminal OTM besok berhenti operasi, apa yang akan terjadi kepada ketahanan energi nasional?" tanya Kerry.

Alfian menyatakan bahwa jika PT OTM tiba-tiba tutup, stabilitas energi nasional akan terganggu. Ia menjelaskan bahwa kapasitas penyimpanan BBM di PT OTM mencapai 288.000 kiloliter, yang merupakan angka yang sangat besar. Selain menjadi tempat penyimpanan BBM, PT OTM juga berfungsi sebagai tempat optimasi hilir penyediaan BBM.

Menurut Alfian, BBM impor masuk ke Indonesia melalui PT OTM. Jika operasi terminal ini terganggu, beberapa daerah akan terdampak. Ia menambahkan bahwa diperlukan biaya tambahan untuk mengcover tanking Merak, seperti penggunaan kapal floating yang sulit dilakukan.

Kerry kemudian mulai mengulik biaya tambahan yang dikeluarkan pemerintah jika terminal BBM miliknya tutup. Ia bertanya apakah Alfian pernah melakukan kajian dengan pihak ketiga terkait tambahan biaya akibat penutupan PT OTM. Alfian mengaku bahwa Surveyor Indonesia pernah membuat kajian simulasi jika PT OTM tutup. Salah satu hasil kajian tersebut adalah perlunya penambahan kapal tangki minyak. Jika PT OTM tutup, Indonesia memerlukan setidaknya lima kapal minyak, yang membutuhkan biaya sekitar Rp 150 miliar per tahun. Namun, kajian ini tidak mencakup kemurahan impor yang diperoleh.

Masih berkutat pada skenario penutupan PT OTM, Kerry melanjutkan menyoroti volume pemakaian tangki OTM. Alfian mengungkapkan bahwa berdasarkan kajian dari BPKP, KPA, dan BPK, pada tahun 2018, PT OTM menyimpan BBM hingga 320.000 kiloliter per bulan. Saat menjelang Lebaran, pemakaian tangki OTM meningkat hingga 420.000 kiloliter per bulan karena lonjakan penggunaan BBM akibat arus mudik.

Dalam pertanyaan selanjutnya, Kerry menekankan fasilitas unik PT OTM yang tidak dimiliki oleh tangki BBM lain, khususnya yang berada di Pulau Jawa. Ia menyoroti bahwa pemindahan BBM di tangki PT OTM bisa dilakukan oleh kapal ukuran kecil, sedangkan tangki lain membutuhkan kapal jenis lain. "Berarti PT OTM ini sangat penting untuk ketahanan energi nasional, betul Pak Alfian?" tanya Kerry.

Alfian sempat gelagapan saat diminta pendapatnya, namun akhirnya menjawab "ya" atas pertanyaan dari putra saudagar minyak Mohamad Riza Chalid.

Kasus Korupsi BBM: Kerugian Keuangan Negara Hingga Rp 2,9 Triliun

Dalam dakwaan, pengadaan terminal BBM PT OTM menyebabkan kerugian keuangan negara hingga Rp 2,9 triliun. Proyek ini diduga berasal dari permintaan Riza Chalid. Saat itu, Pertamina disebut belum terlalu membutuhkan terminal BBM tambahan. Secara keseluruhan, para terdakwa maupun tersangka disebut telah menyebabkan kerugian keuangan negara hingga Rp 285,1 triliun.

Sejauh ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan 18 tersangka. Namun, berkas 9 tersangka lainnya belum dilimpahkan ke Kejari Jakpus, termasuk berkas Riza Chalid yang saat ini masih buron.

Beberapa orang yang lebih dahulu dihadirkan di persidangan antara lain: * Beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa Muhamad Kerry Adrianto Riza * Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi * VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional, Agus Purwono * Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, Dimas Werhaspati * Komisaris PT Jenggala Maritim serta Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak, Gading Ramadhan Joedo * Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan * Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Sani Dinar Saifuddin * Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya * VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga, Edward Corne

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan