
Momen Kocak di Konferensi Pers Coretax yang Jadi Perhatian Publik
Pada sebuah konferensi pers terkait perkembangan sistem integrasi administrasi perpajakan bernama Coretax, sosok Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Heru Pambudi, menjadi pusat perhatian. Meski momen ini tergolong kecil, ia berhasil mencuri perhatian publik melalui interaksi yang unik dan lucu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Saat itu, Menkeu sedang berbicara di depan layar besar saat tiba-tiba mengucapkan “Oh aduh” dan tampak bingung. Ia melihat sesuatu di layar, namun tidak bisa membaca dengan jelas. Sekjen Heru kemudian memberikan ponselnya kepada Menkeu agar bisa melihat data lebih jelas. “Ini pak,” ucapnya sambil menyerahkan ponsel tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menkeu langsung tertawa setelah melihat ukuran layar ponsel Heru. “Handphone lo bagus, lebih gede, layarnya gede nih,” canda Menkeu sambil membandingkan ponselnya sendiri. Momen ini akhirnya menjadi bahan obrolan ringan di media sosial, menunjukkan bahwa bahkan dalam suasana formal, kejadian lucu bisa terjadi.
Profil Singkat Heru Pambudi
Heru Pambudi lahir di Bondowoso, Jawa Timur, pada 11 Februari 1970. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, mulai dari Diploma III Keuangan (Bea & Cukai) di Politeknik Keuangan Negara STAN hingga S1 Ekonomi Manajemen di Universitas Indonesia (lulus 1996). Selain itu, ia juga meraih gelar Master of Law dari University of Newcastle upon Tyne, Inggris, pada 2001.
Karier Heru dimulai sejak 1992 di Kemenkeu, khususnya di Direktorat Verifikasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Berbagai jabatan penting telah ia tempuh, termasuk Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II (2002), Kepala Seksi Impor (2003), Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 (2007), dan Subdirektorat Kerjasama Internasional III (2008). Pada 1 Juli 2015, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Pada 12 Maret 2021, ia dilantik sebagai Sekretaris Jenderal Kemenkeu.
Heru juga mendapatkan penghargaan Anugerah ASN (Piala Adhigana) 2021. Dalam LHKPN-nya, harta kekayaannya tercatat miliaran rupiah, dengan rincian aset tanah & bangunan, satu mobil, kendaraan bermotor roda dua, dan kas/setara kas yang signifikan.
Momen yang Menghadirkan Sisi Manusia dari Pejabat
Meskipun momen ini hanya berupa candaan ringan antara atasan dan bawahan, beberapa hal menarik muncul. Pertama, momen ini menunjukkan kedekatan informal antar pejabat tinggi. Dalam suasana formal pun, momen ringan bisa terjadi, memberikan nuansa humanis bagi pejabat publik yang sering dipandang sangat formal dan kaku.
Kedua, teknologi seperti ponsel besar Sekjen menjadi sorotan karena “lebih mudah membaca data”. Hal ini menunjukkan pentingnya alat bantu teknologi dalam instansi pemerintahan.
Selain itu, momen ini viral karena unsur kejutan dan human interest: pejabat senior—Menkeu—yang “minder” terhadap bawahan atas hal kecil membuat netizen tertarik. Ini memberi sisi “manusiawi” bagi pejabat publik, yang sering kali tidak terlihat dalam tampilan resmi mereka.
Meskipun momen ini bersifat ringan, penting agar keseluruhan penyampaian tetap profesional, terutama dalam konferensi pers yang membahas sistem penting seperti Coretax. Media sosial bisa memperbesar sebuah momen kecil menjadi isu publik—baik positif maupun negatif.
Sorotan Terkait Nama Heru Pambudi
Selain prestasi dan rekam jejaknya, nama Heru Pambudi juga sempat disebut dalam dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 189 triliun saat masih di Bea & Cukai. Meski belum ada konfirmasi resmi, hal ini menambah konteks bahwa sosok Heru tidak hanya dikenal sebagai pejabat berprestasi, tetapi juga menjadi perhatian publik.
Momen ringan antara Menkeu Purbaya dan Sekjen Heru Pambudi di konferensi Coretax ini mungkin terlihat sepele, namun punya nilai public interest yang tinggi karena kombinasi jabatan tinggi, teknologi, dan “reaksi manusiawi”. Profil Heru yang prestisius menambah konteks mengapa kejadian ini menjadi viral.
Ke depan, penting bagi instansi seperti Kemenkeu untuk tetap menjaga keseimbangan antara profesionalisme formal dan kedekatan human touch agar publik tidak hanya melihat sisi “resmi” tapi juga sisi manusia di balik pejabat.