Momen Nataru, INFA Fokus pada Keselamatan Angkutan Penyeberangan

admin.aiotrade 13 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Momen Nataru, INFA Fokus pada Keselamatan Angkutan Penyeberangan

Masalah yang Masih Menghantui Angkutan Penyeberangan

Masalah dalam angkutan penyeberangan masih menjadi isu yang belum sepenuhnya terselesaikan, terlebih menjelang musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Meski begitu, Indonesian National Ferry Owner Association & Port (INFA & Port), atau asosiasi pemilik kapal feri Indonesia, telah menetapkan peningkatan keselamatan sebagai prioritas utama dalam pelayanan transportasi.

Kampanye keselamatan ini juga sejalan dengan satu dasawarsa perjalanan INFA & Port, yang dilakukan di pelabuhan penyeberangan dan kapal ferry yang menjadi anggota dari asosiasi tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Untuk saat ini, kami anggap lebih baik fokus pada peningkatan keselamatan transportasi penyeberangan guna menjadi tabiat utama dalam menyelenggarakan transportasi meskipun masih banyak masalah yang harus kita diskusikan/perdebatkan guna menajamkan kepentingan usaha tertentu," ujar Ketua Umum INFA & Port, JA Barata, dikutip Kamis (13/11/2025).

Berbagai Masalah dalam Angkutan Penyeberangan

Barata menjelaskan bahwa INFA & Port, yang kini menaungi 16 anggota pemilik usaha di bidang transportasi penyeberangan dengan 18 pelabuhan penyeberangan dan 90 kapal ferry, sadar bahwa masih banyak kepentingan usaha yang belum terselesaikan dengan baik.

Beberapa masalah yang masih muncul antara lain:

  • Masalah tarif angkutan penyeberangan di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) yang telah dihitung bersama (pemerintah dan para asosiasi) sejak tahun 2019.
  • Masalah over supply kapal pada lintasan komersial.
  • Masalah penanganan asuransi dermaga.
  • Masalah lintasan penyeberangan yang berhimpitan dengan lintasan laut.
  • Masalah perombakan kapal-kapal Landing Craft Tank (LCT) menjadi kapal penumpang yang tidak boleh beroperasi lagi mulai pertengahan tahun 2026.

"Hal ini bukan karena asosiasi tidak penting atau tidak urgent akan masalah tersebut, tetapi saat ini asosiasi perlu mengedepankan peningkatan keselamatan sebagai prioritas yang harus dilakukan dalam rutinitas pelayanan transportasi penyeberangan. Kita sudah harus siap menghadapi Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dan menyusul persiapan Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 H," tutur Barata.

Peran Pemerintah dalam Peningkatan Transportasi

Barata menambahkan bahwa saat ini pemerintah tengah menyiapkan pengaturan khusus mengenai peningkatan transportasi sungai, danau, dan penyeberangan.

Secara bertahap, pengaturan tersebut telah diwujudkan dengan adanya Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 3 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan (Transportasi SDP) yang dialihkan sepenuhnya ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, meskipun dalam struktur organisasi Kementerian Perhubungan, transportasi SDP masih berada di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

"Kalangan pengusaha Transportasi SDP tentunya mengharapkan agar Kementerian Perhubungan dapat segera mengakhiri posisi 'ambiguity' ini dengan menetapkan direktoral jenderal mana yang sepenuhnya menangani Transportasi SDP," ujar Barata.

Kepastian dan Kejelasan bagi Pemilik atau Pengusaha Kapal Ferry

Penetapan tersebut akan memberi kepastian dan kejelasan bagi para pemilik atau pengusaha dalam berorientasi mengurus kepentingannya dan Transportasi SDP.

"Tentu harapan kami, pengaturan dan penetapan ini akan membawa peningkatan dalam dunia Transportasi SDP yang lebih menjamin keselamatan dan keamanan kecepatan dan kelancaran, ketertiban dan keteraturan, efisien dan murah sehingga ke depan wajah Transportasi SDP akan lebih baru dan lebih nyaman," kata Barata.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan