
Rekomendasi Morgan Stanley untuk Alokasi Aset Kripto dalam Portofolio Investasi
Perusahaan jasa keuangan global, Morgan Stanley, memberikan rekomendasi terkait alokasi aset kripto dalam portofolio investasi multi-aset. Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Global Investment Committee (GIC) edisi Oktober, disampaikan bahwa penggunaan aset kripto harus dilakukan secara konservatif.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Alokasi Berbeda untuk Berbagai Jenis Portofolio
Dalam laporan tersebut, analis Morgan Stanley menyarankan alokasi hingga 4% untuk portofolio "Opportunistic Growth", yang ditujukan bagi investor dengan profil risiko tinggi dan potensi imbal hasil besar. Sementara itu, untuk portofolio "Balanced Growth" yang memiliki risiko menengah, alokasi maksimal kripto disarankan hanya 2%.
Adapun untuk portofolio berorientasi pada pelestarian kekayaan dan pendapatan, Morgan Stanley tetap merekomendasikan 0% alokasi terhadap kripto. Hal ini mencerminkan kehati-hatian perusahaan dalam menghadapi volatilitas dan risiko yang masih ada di pasar kripto.
Risiko yang Masih Menghantui Aset Kripto
Laporan Morgan Stanley menyebutkan bahwa meskipun aset kripto menunjukkan imbal hasil tinggi dan volatilitas yang menurun dalam beberapa tahun terakhir, kelas aset ini tetap berisiko mengalami gejolak. Selain itu, korelasi tinggi dengan aset lain pada periode tekanan makroekonomi dan pasar juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
CEO perusahaan manajer investasi Bitwise, Hunter Horsley, menyebut laporan ini sebagai “berita besar.” Ia menilai bahwa GIC membimbing 16.000 penasihat keuangan yang mengelola aset senilai US$2 triliun. Ini menandai era baru masuknya kripto ke arus utama.
Tren Adopsi Institusional yang Meningkat
Langkah Morgan Stanley mencerminkan semakin kuatnya adopsi institusional terhadap kripto, terutama di kalangan perbankan besar dan perusahaan jasa keuangan global. Tren ini dinilai memperkokoh posisi kripto sebagai kelas aset yang sah dalam dunia investasi.
Bitcoin Disebut Sebagai "Emas Digital"
Dalam laporan yang sama, Morgan Stanley menyebut Bitcoin (BTC) sebagai "aset langka, setara dengan emas digital." Harga Bitcoin melonjak menembus US$125.000 pada Sabtu lalu, level tertinggi sepanjang masa seiring penurunan cadangan koin di bursa ke titik terendah enam tahun, menurut data Glassnode.
Kenaikan harga ini terjadi di tengah penutupan sebagian pemerintahan AS serta meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai dan aset berisiko tinggi secara bersamaan. Analis dari The Kobeissi Letter menulis bahwa ada arus besar menuju aset saat ini. Inflasi yang kembali naik dan pasar tenaga kerja yang melemah mendorong investor mencari tempat berlindung yang aman.