
Pengakuisisian Moro Purwokerto oleh Rita Group
Pusat perbelanjaan legendaris Moro Purwokerto di Banyumas, Jawa Tengah, akhirnya menemukan pemilik baru setelah dua tahun proses penjualan. Pemilik baru tersebut adalah Rita Group, sebuah perusahaan ritel yang dikenal sebagai pemilik Rita Pasaraya. Dengan pengakuisisan ini, Moro Purwokerto akan dipertahankan sebagai plaza tetapi dengan konsep yang lebih modern.
Pembelian Moro Purwokerto oleh Rita Group disampaikan langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono. Ia mengungkapkan bahwa nilai pembelian mencapai Rp120 miliar. Selain itu, pendiri Rita Group, Buntoro, telah bertemu dengan dirinya membahas rencana pengembangan Moro ke depan.
"Pak Buntoro sudah bertemu saya, kemudian dia berjanji akan merenovasi Moro," ujarnya. "Mau dibuat semacam plaza tapi bentuknya sedikit berbeda."
Dampak pada Penyerapan Tenaga Kerja
Transformasi Moro Purwokerto ini diharapkan tidak hanya mengubah wajah kawasan ritel di Kota Satria, tetapi juga memberikan dampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Sadewo berharap, proyek ini dapat menyerap banyak tenaga kerja dan memprioritaskan masyarakat Banyumas.
"Harapannya saya bisa menyerap banyak tenaga kerja, dan diprioritaskan masyarakat Banyumas," jelasnya. Ia menambahkan bahwa proses renovasi diperkirakan segera dimulai dalam waktu dekat.
Salah satu langkah awal yang sudah terlihat adalah penataan pedagang kaki lima (PKL) di area depan Moro Purwokerto. "Pak Buntoro berkomitmen membangun segera. Dia minta tolong untuk penataan PKL, sekarang sudah mulai bersih," jelasnya.
Potensi Berkembangnya Purwokerto
Sadewo menilai, Purwokerto memiliki potensi besar berkembang sebagai kota ritel sekaligus pendidikan di Jawa Tengah. "Potensi ritel dan pendidikan. Purwokerto saya ingin, menjadikan Kota Pendidikan Nomor 2 di Jawa Tengah," katanya.
Penataan Mulai Dilakukan Sejak Ramadan 2026
Sementara itu, salah satu PKL yang berjualan di depan Moro Purwokerto, Gunawan, mengatakan bahwa penataan PKL berlangsung sejak Ramadan 2026. Para pedagang yang biasa mangkal di kawasan Moro Purwokerto diminta pindah.
"Katanya memang dibeli sama Rita, akhir puasa sudah disuruh pindah. Ada lumayan banyak (PKL yang terdampak), ada penjual mi ayam, soto, es teh, dan ada yang pindah ke Sokaraja," katanya, Senin (13/4/2026).
Dia berharap, sebagai pedagang kecil, agar tetap bisa diakomodir berjualan di sekitar Moro Purwokerto. "Sudah 8 bulanan di sini. Sekarang pidahnya ke seberang jalan. Penginnya ya diakomodir agar ditata, karena banyak juga pedagang yang pengin balik lagi jualan di depan Moro," kata pedagang molen ini.
Rencana Masa Depan
Dengan pengakuisisan oleh Rita Group, Moro Purwokerto diharapkan menjadi pusat perbelanjaan yang lebih modern dan mampu menarik minat masyarakat. Proses renovasi yang akan segera dimulai diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan daya tarik kawasan ini. Selain itu, penataan PKL juga menjadi bagian dari rencana pengembangan yang lebih luas.
Dalam waktu dekat, masyarakat diharapkan dapat melihat perubahan signifikan pada Moro Purwokerto, baik dalam hal infrastruktur maupun pengelolaan kawasan. Dengan adanya perubahan ini, Moro Purwokerto diharapkan dapat kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi yang vital di kota Banyumas.