Motif Penculikan Bilqis di Makassar: Butuh Uang untuk Hidup

admin.aiotrade 10 Nov 2025 2 menit 17x dilihat
Motif Penculikan Bilqis di Makassar: Butuh Uang untuk Hidup

Penemuan Bilqis, Bocah 4 Tahun yang Diculik

Tim Gabungan Polri berhasil menemukan Bilqis, seorang bocah berusia 4 tahun yang diculik di sebuah taman. Kejadian tersebut terjadi saat ia ikut ayahnya berolahraga di Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada hari Minggu (2/11). Penemuan ini menjadi titik penting dalam kasus penculikan yang telah menggemparkan masyarakat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Motif Penculikan Terungkap

Dalam jumpa pers yang diadakan oleh Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro, pada Senin (10/11), disampaikan bahwa ada empat orang tersangka yang ditangkap terkait kasus ini. Menurut pengakuan para pelaku kepada polisi, motif penculikan tersebut didasari oleh alasan ekonomi.

"Motif pelaku adalah menjual anak karena alasan ekonomi dan membutuhkan uang untuk kebutuhan hidup," jelas Djuhandani. Hal ini menunjukkan bahwa para pelaku melakukan tindakan tidak manusiawi hanya untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Lokasi Penemuan Bilqis

Bilqis ditemukan di dalam hutan bersama salah satu suku di Jambi pada Sabtu (8/11). Penemuan ini menunjukkan bahwa proses pencarian dan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwajib sangat intensif dan cepat. Meskipun terjadi perpindahan tempat, tidak ada indikasi kekerasan yang dialami Bilqis selama masa penculikan.

Identitas Pelaku

Keempat pelaku yang ditangkap adalah sebagai berikut:

  • SY atau Sri Yuliana, perempuan berusia 30 tahun dengan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, beralamat di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
  • NH atau Nadia Hutri, perempuan berusia 29 tahun, juga bekerja sebagai ibu rumah tangga, dengan alamat di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah.
  • MA atau Meriana, perempuan berusia 42 tahun, pekerjaan ibu rumah tangga, tinggal di Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.
  • AS atau Adit Prayitno Saputra, laki-laki berusia 36 tahun, merupakan karyawan honorer di Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Ancaman Hukuman

Atas perbuatan mereka, keempat pelaku dijerat dengan beberapa pasal terkait UU Perlindungan Anak dan TPPO. Berdasarkan penjelasan dari Kapolda, ancaman hukuman maksimal yang bisa diterima adalah 15 tahun penjara.

"Ada pun pasal-pasal yang disangkakan adalah Pasal 43 Junto, Pasal 76 F Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 2 Ayat 1-2 Junto Pasal 17 Undang Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, di mana ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara," jelas Djuhandani.

Kesimpulan

Kasus penculikan Bilqis menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya kesadaran dan kehati-hatian dalam menjaga keamanan anak-anak. Selain itu, keberhasilan penangkapan pelaku serta penemuan Bilqis menunjukkan kerja sama yang baik antara pihak berwajib dan masyarakat dalam menangani kejahatan yang melibatkan anak-anak.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan