
PT MRT Jakarta dan PT Deltasari Adipratama melakukan penjajakan awal untuk potensi kerja sama dalam pengembangan lahan di sekitar jalur lin timur barat fase 1 tahap 1 MRT Jakarta. Kesepakatan ini terwujud dalam bentuk Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud, Direktur PT Deltasari Adipratama Barawidjaya, serta Direktur PT Deltasari Adipratama Lenny Wijaya. Penandatanganan dilakukan di Gedung Transport Hub, Dukuh Atas, pada Rabu (5/11/2025).
Farchad menjelaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bentuk komitmen MRT Jakarta untuk mendukung pengembangan jalur MRT Jakarta, khususnya lintas timur barat. Ia menekankan bahwa kebijakan ini juga mencakup pengembangan kawasan berorientasi transit di sepanjang koridor MRT Jakarta.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Harapan kami, langkah ini dapat menghasilkan integrasi antarmoda dengan bangunan di sekitarnya, sehingga mempermudah mobilitas masyarakat di Jakarta, bahkan Jabodetabek,” ujar Farchad dalam keterangan resmi, Senin (10/11/2025). Ia menambahkan bahwa kesepakatan ini bisa menjadi awal dari pengembangan MRT ke wilayah Jawa Barat.
Ruang lingkup nota kesepahaman ini meliputi beberapa aspek penting, seperti:
- Studi dan kajian terkait potensi pengembangan lahan dan properti di sekitar jalur lin timur barat fase 1 tahap 1.
- Pengembangan aksesibilitas dari dan ke stasiun MRT.
- Identifikasi potensi penempatan stasiun yang efisien dan efektif dari aspek interkoneksi dan integrasi dengan kawasan di sekitarnya.
Penjajakan awal ini direncanakan akan berlangsung selama dua tahun ke depan.
MRT lin timur barat fase 1 tahap 1 memiliki panjang total 24,5 kilometer, mulai dari Tomang, Jakarta Barat hingga Medan Satria, Kota Bekasi. Di antara jalur tersebut, akan dibangun rute sepanjang 5,9 kilometer menuju depo di Rorotan, Jakarta Utara. Tahap 1 ini rencananya akan dimulai pembangunannya pada 2026 mendatang, dengan pendanaan bersama dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Asian Development Bank (ADB).
Beberapa proyek lain yang terkait dengan pengembangan MRT Jakarta antara lain adalah penguatan infrastruktur transportasi umum, pengembangan kawasan sekitar stasiun, serta peningkatan fasilitas publik di sepanjang jalur MRT.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan MRT Jakarta dapat menjadi salah satu solusi utama dalam mengurangi kemacetan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Kedua perusahaan juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dalam memastikan keberlanjutan dan keberhasilan proyek ini.
Pengembangan MRT Jakarta tidak hanya berdampak pada transportasi, tetapi juga memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya kawasan berorientasi transit, diharapkan akan muncul pusat-pusat perdagangan, tempat tinggal, dan fasilitas umum yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Selain itu, kerja sama antara PT MRT Jakarta dan PT Deltasari Adipratama juga menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Dengan konsep yang lebih ramah lingkungan dan efisien, MRT Jakarta diharapkan menjadi model pengembangan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan.
Kedepannya, proses pengembangan MRT Jakarta akan terus diikuti oleh evaluasi dan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan MRT Jakarta dapat menjadi bagian penting dalam sistem transportasi nasional.