Konsorsium Pesisir, Kelautan dan Perbatasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (KPKP PTMA) Bermitra dengan KKP
Konsorsium Pesisir, Kelautan dan Perbatasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (KPKP PTMA) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (DJPK KKP). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Rakernis DJPK KKP yang bertema "Laut Sehat, Konservasi Kuat, Indonesia Sejahtera" di Gedung Mina Bahari III, Kamis (4/12/25).
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Dr. Endang Rudiatin, M. Si., dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) selaku ketua KPKP PTMA dan A. Koswara selaku Dirjen Pengelolaan Kelautan KKP. Perjanjian ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Muhammadiyah dan KKP yang ditandatangani pada bulan Maret 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Endang Rudiatin menyampaikan harapan agar kerja sama ini dapat mempercepat agenda hilirisasi sehingga nelayan lebih mandiri dalam mengelola aset pesisir dan lautnya. Ia menekankan pentingnya pengembangan usaha garam rakyat sebagai salah satu prioritas utama.
"Yang paling utama, kami insya Allah berusaha agar usaha garam rakyat dapat bermunculan setiap tahun," ujar Endang.

Ruang Lingkup Kerja Sama
Kerja sama antara KPKP PTMA dan DJPK KKP mencakup beberapa bidang strategis, antara lain:
- Pengembangan usaha garam di lokasi sentra ekonomi garam rakyat (SEGAR)
- Pengelolaan sampah laut
- Rehabilitasi dan restorasi ekosistem pesisir dan laut
- Pengelolaan karbon biru
Rencana aksi yang akan dijalankan meliputi:
- Mengidentifikasi potensi lahan garam serta mensertifikasi petambak garam dalam waktu 5 tahun
- Mendampingi kelompok UMKM pengelola sampah plastik di laut
- Melakukan pendampingan dalam pengelolaan karbon biru
- Pelaksanaan pembibitan dan penanaman mangrove
Tujuan dari rencana aksi ini adalah untuk mengatasi kebutuhan garam di lokasi SEGAR, meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir tentang sampah dan manfaatnya secara ekonomis, serta terwujudnya model pengelolaan karbon biru.
Didukung oleh PTMA di Daerah Pesisir
KPKP PTMA merupakan perkumpulan para ahli dan fasilitator multidisipliner PTMA yang dalam pelaksanaan aksi didukung oleh PTMA di daerah pesisir yang memiliki program studi kelautan dan perikanan serta kegiatan riset dan kajian pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan.
Universitas Muhammadiyah Pontianak, Riau, Maluku Utara, Jakarta, Yogya, Kupang serta Tarakan menjadi penggerak utama kegiatan, disusul selanjutnya PTMA di area Pantai Utara Jawa, Bali dan Kalimantan Barat.
Dalam menjalankan visi dan misinya, KPKP PTMA mendukung agenda prioritas nasional dalam hal hilirisasi dan peningkatan ekonomi masyarakat. Konsorsium ini juga mengintegrasikan ekonomi biru dengan ekonomi syariah, yaitu memberdayakan masyarakat pesisir berbasis potensi sumber dayanya sambil melestarikan ekosistem pesisir dan budaya masyarakatnya. Kegiatan hilirisasi berjalan dalam konsep multi dan intradisipliner keilmuan dan teknologi agar tepat guna.
Hadirnya Para Tokoh
Acara tersebut dihadiri oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono. Dia memaparkan pentingnya kolaborasi dalam melestarikan ekosistem laut. Bersama-sama menjaga laut untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia yang sejahtera.
Selain itu, hadir juga dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Jamhari Makruf dan Dr. Andi Bawono yang akan mengawal dan monitoring berjalannya program.