Muhammadiyah dan MUI Soroti Jasa Tokoh Nasional Jelang Penganugerahan Gelar Pahlawan

admin.aiotrade 10 Nov 2025 4 menit 11x dilihat
Muhammadiyah dan MUI Soroti Jasa Tokoh Nasional Jelang Penganugerahan Gelar Pahlawan
Muhammadiyah dan MUI Soroti Jasa Tokoh Nasional Jelang Penganugerahan Gelar Pahlawan

Penilaian PP Muhammadiyah dan MUI terhadap Jasa Soeharto dan Gus Dur

PP Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai bahwa Soeharto dan Gus Dur memiliki jasa besar bagi bangsa Indonesia. Hal ini menjadi perhatian khusus menjelang wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional tahun ini.

Organisasi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menekankan pentingnya kajian komprehensif terhadap ketokohan Soeharto dan Gus Dur. Makroen Sanjaya, Pimpinan Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, menyebut kedua tokoh memiliki kontribusi signifikan bagi bangsa. Ia menyoroti jasa Soeharto yang telah berkontribusi dalam menghadapi kudeta kelompok kiri dan serangan umum 1 Maret di Yogyakarta, serta menyelesaikan konflik G30S/PKI.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selain itu, Makroen juga menyoroti jasa Gus Dur, yang dianggap berjasa dalam pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pluralitas. Ia menekankan filosofi Jawa mikul duwur mendem jero, menghargai pemimpin tanpa hanya menyoroti kesalahan masa lalu. “Generasi muda harus menghargai sejarah dan jasa pahlawan, serta membentuk sejarah baru dengan prestasi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Namun, jika generasi muda hanya mencari-cari kesalahan dan kekurangan masa lalu, maka bangsa tidak akan maju ke depan. Lebih lanjut, Makroen menilai generasi muda perlu menghargai jasa para pahlawan dan sejarah yang ada. “Di era kini generasi muda juga harus tidak boleh melupakan sejarah. Dan kalau kita belajar sejarah juga membentuk sejarah yang baru.”

Pandangan MUI tentang Kriteria Seorang Pahlawan

Sementara itu, Wakil Sekjen MUI, Arif Fahrudin, menegaskan bahwa seorang pahlawan harus memiliki dua kriteria: berjasa dan rela berkorban. Ia memaparkan kontribusi Soeharto di era revolusi kemerdekaan hingga menjadi presiden, sedangkan Gus Dur dikenal sebagai tokoh civil society dan penggerak NU yang mendorong pendidikan, pluralitas, dan pemberdayaan masyarakat.

“Tantangan saat ini adalah mentransmisikan capaian kebaikan para pahlawan ke generasi sekarang dan mengaktualisasikannya di era modern,” ujar Arif. Kata kuncinya dua itu. Satu dia berjasa, yang kedua rela berkorban ya, maka sesungguhnya pahlawan itu ya bisa kembali kepada masa prakemerdekaan yang berkontribusi pada negara atau pada waktu modern ini juga bisa banyak pahlawan,” ungkapnya.

Arif juga menyoroti terkait kiprah Soeharto dan Gus Dur sebagai Presiden RI. Meski dua sosok ini berbeda latar belakang, namun sama-sama memiliki kontribusi besar bagi bangsa. “Dua tokoh ini menggambarkan dua situasi yang cukup berbeda tapi dalam satu frame yang sama. Pak Harto kontribusi beliau sebelum bahkan dimulai di era revolusi kemerdekaan ini, merebut kemerdekaan kemudian di masa transisi dan sampai kemudian beliau itu menjadi pimpinan di ABRI, Pangkostrad dan sebagainya sampai kemudian menjadi presiden.”

“Kalau Gus Dur itu identik dengan jasa beliau, KH Abdurrahman Wahid itu kan tokoh civil society, tokoh penggerak Nahdlatul Ulama yang luar biasa kontribusinya untuk negara ini di aspek pendidikan agama, pesantren, kemudian pemberdayaan civil society, dan tadi pluralitas, menghargai pluralitas. Itulah ikon dari Gus Dur,” jelasnya.

Pengumuman 10 Nama Penerima Gelar Pahlawan Nasional

Sebanyak 10 tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional akan diumumkan hari ini bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, Senin (10/11/2025). Hal itu diungkapkan Menteri Sekretariat Negara Indonesia, Prasetyo Hadi di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu malam.

“Besok (hari ini, red) Insya Allah akan diumumkan. Iya (diumumkan langsung oleh Pak Presiden), kurang lebih 10 nama,” ungkapnya. Prasetyo menyebut dari 10 penerima gelar Pahlawan Nasional, terdapat nama Presiden ke-2 RI, Soeharto. “Iya, (Presiden Soeharto) masuk,” ujarnya.

Namun, Prasetyo tidak membeberkan 10 nama yang mendapat gelar Pahlawan Nasional. Diketahui, semalam Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediamannya di Kertanegara. Prasetyo membenarkan salah satu poin pembahasan terkait gelar Pahlawan Nasional. “Iya, finalisasi aja,” ujarnya.

“Bapak Presiden mendapatkan masukan dari Ketua MPR, kemudian dari Wakil Ketua DPR karena memang ini cara bekerja beliau kan.” Beliau menugaskan beberapa untuk berkomunikasi dengan para tokoh mendapatkan masukan dari berbagai pihak sehingga diharapkan apa yang nanti diputuskan oleh Bapak Presiden, oleh pemerintah itu sudah melalui berbagai masukan,” jelasnya.

Sebelumnya, terdapat 49 nama calon penerima gelar pahlawan nasional telah diserahkan kepada Presiden. Dari 49 nama tersebut, terdapat 40 usulan baru dan 9 usulan lama yang belum ditetapkan presiden.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan