Muhidin Said: Menutup 2025 dengan Harapan, Menghadapi 2026 sebagai Tahun Pembuktian Ekonomi Nasional

admin.aiotrade 15 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Muhidin Said: Menutup 2025 dengan Harapan, Menghadapi 2026 sebagai Tahun Pembuktian Ekonomi Nasional
Muhidin Said: Menutup 2025 dengan Harapan, Menghadapi 2026 sebagai Tahun Pembuktian Ekonomi Nasional

Refleksi dan Optimisme terhadap Perekonomian Indonesia di Tahun 2025

Menjelang berakhirnya tahun 2025, Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, H. Muhidin Said, SE., MBA, memberikan refleksi sekaligus optimisme terhadap arah perekonomian Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai bahwa fondasi ekonomi nasional tetap kokoh meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan sepanjang tahun.

Sebagai politisi senior Fraksi Partai Golkar DPR RI dari Dapil Sulawesi Tengah, Muhidin Said menyampaikan bahwa perjalanan bangsa selama 2025 penuh dinamika. Namun, Indonesia dinilai mampu bertahan sebagai bangsa yang solid dan resilien. “Kita menutup 2025 dengan keyakinan bahwa bangsa ini tetap kuat menghadapi berbagai ujian,” ujar Muhidin Said dalam keterangannya kepada aiotrade, Senin (15/12/25).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Bencana Alam dan Pentingnya Keseimbangan Pembangunan

Muhidin Said menyinggung sejumlah bencana alam besar seperti banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Peristiwa tersebut, menurutnya, tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Sebagai pimpinan Banggar DPR RI, Muhidin Said menyatakan dukungan penuh terhadap alokasi anggaran penanganan bencana sebesar Rp60 triliun dari Kementerian Keuangan. Dana tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana di wilayah terdampak. “Penggunaan anggaran harus tepat sasaran dan segera dioptimalkan,” tegasnya.

Kinerja Ekonomi Nasional yang Positif

Dari sisi makroekonomi, Muhidin Said menilai kinerja ekonomi nasional sepanjang 2025 masih berada di jalur yang positif. Hingga Triwulan III, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,04 persen. Ia optimistis angka tersebut akan meningkat pada Triwulan IV, didorong oleh stimulus fiskal dan kebijakan moneter Bank Indonesia.

Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada akhir 2025 dapat berada di kisaran 5,2 hingga 5,4 persen. Selain itu, kinerja neraca perdagangan Indonesia juga dinilai sangat solid dengan catatan surplus selama 66 bulan berturut-turut, mencapai US$35,88 miliar hingga Oktober 2025.

Tantangan di Sektor Penerimaan Pajak

Namun demikian, Muhidin Said tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih dihadapi, khususnya pada sektor penerimaan pajak. Hingga Oktober 2025, realisasi penerimaan pajak baru mencapai 70,2 persen dari outlook yang ditetapkan pemerintah, sehingga membutuhkan perhatian dan strategi lanjutan.

Tantangan di Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, Muhidin Said menyebutnya sebagai “ujian yang sesungguhnya” bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. APBN 2026 dirancang lebih implementatif dengan fokus pada belanja langsung ke masyarakat yang mencapai 53,87 persen atau sekitar Rp2.070 triliun.

Program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Daerah Merah Putih (KDMP), Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako, dan penguatan ketahanan pangan diyakini akan menjadi motor utama penggerak ekonomi nasional tahun depan.

Meski alokasi Transfer ke Daerah (TKD) turun menjadi Rp693 triliun, Muhidin Said menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis untuk memastikan anggaran negara benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan antisipasi terhadap tantangan global, ia optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen pada tahun 2026.

Strategi dan Alokasi Anggaran yang Efektif

Selain itu, Muhidin Said menekankan pentingnya strategi dan alokasi anggaran yang efektif. Ia menilai bahwa penggunaan dana pemerintah harus benar-benar berdampak langsung pada rakyat. Hal ini termasuk dalam upaya memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan memiliki manfaat maksimal bagi masyarakat luas.

Dengan berbagai program dan kebijakan yang telah disusun, Muhidin Said yakin bahwa Indonesia akan mampu menghadapi tantangan di masa depan. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus terus bekerja keras untuk memastikan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan