
MUI Minta Penyelidikan Tuntas Terkait Ledakan Bom di Masjid SMAN 72 Jakarta Utara
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan pernyataan resmi terkait peristiwa ledakan bom yang terjadi di masjid SMAN 72 Jakarta Utara. Dalam pernyataannya, MUI menyerukan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas motif aksi teror tersebut dan memberikan hukuman yang setimpal bagi pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaannya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kami mendesak aparat penegak hukum agar melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam aksi teror ini diberikan hukuman yang seberat-beratnya," ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI, KH Arif Fahrudin, dalam keterangannya pada hari Sabtu (8/11/2025).
Selain itu, MUI juga menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa ledakan bom rakitan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta Utara. Menurut Arif, aksi tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap tempat ibadah yang tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun.
Dalam upaya mitigasi pasca kejadian, MUI menyarankan pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah darurat dalam menangani para korban yang terluka, termasuk dalam hal pengobatan trauma psikis mereka.
Peristiwa Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Sebelumnya, diberitakan bahwa ledakan terjadi di area SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, pada hari Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB. Ledakan tersebut terjadi saat shalat Jumat sedang berlangsung di masjid yang berada di lingkungan sekolah.
Sampai saat ini, penyebab pasti dari ledakan tersebut masih belum diketahui. Namun, sebanyak 54 korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Islam Jakarta dan Rumah Sakit Yarsi untuk mendapatkan tindakan medis.
Kabar terkini menyebutkan bahwa 21 dari 54 siswa yang terdampak ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sudah dipulangkan dari rumah sakit. "Dari 54, tinggal 33, 21 sudah pulang dalam kondisi alhamdulillah sudah baik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto, kepada wartawan, Jumat.
Saat ini, 27 korban masih dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta, sementara enam lainnya dirawat di Rumah Sakit Yarsi. Mayoritas korban mengalami gangguan pendengaran akibat suara dentuman yang terlalu dekat.
Langkah-Langkah Pengamanan dan Penanganan Korban
Setelah peristiwa ledakan tersebut, pihak sekolah dan pihak berwajib telah melakukan berbagai langkah pengamanan dan penanganan darurat. Selain itu, masyarakat dan keluarga korban juga diminta untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari aparat terkait.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap para korban
- Pemantauan kondisi psikologis korban
- Peningkatan pengawasan di sekitar lokasi kejadian
- Koordinasi dengan lembaga kesehatan dan kepolisian
Dengan adanya peristiwa ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan menjaga keamanan serta kenyamanan lingkungan sekitar. MUI juga mengimbau kepada seluruh umat beragama untuk saling mendukung dan menjaga perdamaian dalam masyarakat.