Multi Lemindo (PIPA) Yakin Capai Target Kinerja 2025, Ini Alasannya

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 15x dilihat
Multi Lemindo (PIPA) Yakin Capai Target Kinerja 2025, Ini Alasannya


PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) berhasil menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam kinerja keuangannya. Setelah sebelumnya mengalami kerugian, perusahaan kini berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tahun ini. PIPA terus memacu laju bisnisnya agar bisa meningkatkan pendapatannya secara signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan hingga 30 September 2025, PIPA mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 25,89 miliar. Angka ini naik 30,49% secara tahunan (Year on Year/ YoY) dibandingkan dengan pendapatan sebesar Rp 19,84 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dari total pendapatan tersebut, kontribusi terbesar berasal dari bisnis pipa, yaitu sebesar Rp 22,69 miliar atau meningkat 31% YoY. Sementara itu, pendapatan dari non-pipa juga tumbuh 27,18% menjadi Rp 3,19 miliar.

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dari sisi laba bersih, PIPA berhasil mencetak laba sebesar Rp 2,66 miliar per September 2025. Ini merupakan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp 691,37 juta pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah berhasil memperbaiki kinerjanya dan kembali stabil dalam menjalankan bisnis.

Direktur Utama PIPA, Imanuel Kevin Mayola, menjelaskan bahwa pencapaian ini membuktikan bahwa bisnis pipa tetap menjadi tulang punggung utama perusahaan. Selain itu, PIPA akan melakukan diversifikasi bisnis ke pasar Oil & Gas serta pengembangan teknologi manufaktur untuk produk seperti Pipa HDPE dan sejenisnya.

β€œIni menunjukkan bahwa bisnis pipa masih prospektif dan menjadi penopang utama performa keuangan PIPA,” ujar Kevin dalam pernyataannya.

Dengan capaian hingga sembilan bulan tahun ini, Kevin tetap optimistis bahwa PIPA dapat mencapai pendapatan hingga Rp 38 miliar pada akhir 2025. Penyebab utamanya adalah peningkatan proyek infrastruktur dan properti yang akan menjadi pendorong permintaan terhadap produk PIPA.

Di sisi lain, Kevin juga memastikan bahwa proses pengambilalihan saham PIPA oleh PT Morris Capital Indonesia (MCI) tidak akan mengganggu operasional bisnis perusahaan. Proses ini sudah memasuki masa Penawaran Tender Wajib setelah MCI resmi membeli 1,5 miliar saham atau sekitar 43,78% saham PIPA pada 10 Oktober 2025.

Sesuai ketentuan dalam POJK No.9/2018, harga Penawaran Tender Wajib saham PIPA ditetapkan sebesar Rp 21. Setelah selesainya Penawaran Tender Wajib oleh Pengendali Baru, kepemilikan saham atas PIPA akan mencapai sebanyak-banyaknya 3,3 miliar saham atau 96,35%.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan