Peran dan Pemecatan Mulyono dari Jokowi Center
Mulyono, seorang pendiri Jokowi Center, baru-baru ini dipecat karena menghadiri sebuah acara mimbar rakyat bertajuk “Pemakzulan Gibran dan Adili Jokowi” yang berlangsung di Kota Solo pada 28 Oktober 2025. Acara tersebut diselenggarakan di depan Gedung Umat Islam dan bertujuan untuk memakzulkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta mengadili Mantan Presiden Jokowi.
Sejumlah orator terkenal turut meramaikan acara tersebut, seperti Rismon Sianipar, Rizal Fadillah, dan Alfian Tanjung, terpidana ujaran kebencian. Mulyono, yang dikenal sebagai pendiri Jokowi Center, diduga juga hadir dalam acara tersebut. Pihak Jokowi Center kemudian mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Mulyono yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Pusat JC.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menanggapi hal ini, Hery Setiawan, Ketua Umum Jokowi Center, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan klarifikasi terkait keterlibatan Mulyono dalam acara tersebut. Ia menyatakan bahwa Mulyono membuat acara tersebut tanpa memberitahu Jokowi terlebih dahulu, dan dilakukan atas nama pribadi, bukan atas nama relawan JC.
Hery menegaskan bahwa penonaktifan Mulyono sudah dilakukan sejak 3 November 2025. Ia juga menyampaikan bahwa surat sanksi telah dikirimkan kepada Mulyono. Kedatangan Hery ke kediaman Jokowi bertujuan untuk menyerahkan surat audiensi yang membahas kegiatan organisasi JC sekaligus mengklarifikasi kasus Mulyono.
Latar Belakang Jokowi Center
Jokowi Center (relawan) didirikan sekitar seminggu setelah kemenangan Jokowi dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, yaitu pada pertengahan Juli 2014. Relawan ini terus mendorong Jokowi untuk ikut dalam konstelasi Pilpres 2014. Jokowi Center tersebar di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah.
Posko Jokowi Center di Solo dibuka pada Jumat (23/5/2014) malam. Deklarasi diadakan di warung wedangan (angkringan) di Jalan Kol Sutarto, Solo, dan ditandai dengan penyematan pin bergambar Jokowi oleh Fransica Sestri, salah satu pejabat di Grup Mustika Ratu. Deklarasi ini melibatkan puluhan anak-anak muda dari berbagai daerah di Jateng, termasuk Putri Indonesia Jateng 2014, Rahmi Wijiharti.
Jokowi Center terus berkembang seiring terpilihnya Jokowi sebagai Presiden RI pada 2014, dan berlanjut pada pilpres 2019. Organisasi ini melebarkan sayapnya dalam berbagai bidang, termasuk mendukung swasembada pangan.
Inisiatif Swasembada Pangan
Dalam rangka mendukung swasembada pangan, Jokowi Center bekerja sama dengan PT Agape Sinar Nusantara dan PT Surya Cipta Gemilang untuk memulai rencana pembuatan food estate di Merauke, Papua. Langkah ini diungkapkan oleh Perwakilan PT Agape Sinar Nusantara, Jony Eko Saputro, dalam penandatanganan kerja sama ketiga pihak di Solo, Jawa tengah pada Selasa (14/5/2024).
Melalui kerja sama ini, diharapkan pembangunan food estate dapat meningkatkan kemampuan Merauke menuju swasembada pangan. Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum Jokowi Center, Hery Setiawan. Menurutnya, swasembada pangan dapat diwujudkan lewat food estate tersebut.
Lahan seluas 200 ribu hektare akan diolah untuk memproduksi sembako, kosmetik, obat-obatan hingga produk hewani. Keyakinannya itu merujuk sejumlah persiapan yang telah dilakukan pihaknya, termasuk rencana membangun pabrik pupuk di Merauke Papua. Pupuk yang diproduksi adalah pupuk khusus untuk tanah Papua yang memiliki kondisi khusus.

Mimbar Bebas "Adili Jokowi"
Mimbar bebas ini digelar oleh pihak-pihak yang selama ini berseberangan dengan Jokowi. Dalam mimbar bebas itu, Wakil Ketua TPUA Rizal Fadilah mengungkit proses pencalonan Gibran yang dinilai cacat konstitusi. Ia menyatakan bahwa Gibran adalah figur cacat, dengan usia yang di-markup dan administrasi yang tidak sah.
Selain itu, riwayat Gibran juga dinilai bermasalah. Ijazah yang ia gunakan untuk mencalonkan diri dinilai tidak sah. Ia pun mendesak agar Jokowi diadili karena dianggap menggunakan ijazah palsu. Ia juga meminta Gibran dimakzulkan.
“Ayo kita bergerak rakyat mendesak secara konstitusional Jokowi diadili Gibran diadili dan dimakzulkan juga,” tuturnya.