Museum Louvre Nafi Tuduhan Pencurian oleh Perusahaan Israel

admin.aiotrade 20 Okt 2025 4 menit 16x dilihat
Museum Louvre Nafi Tuduhan Pencurian oleh Perusahaan Israel

Perusahaan Israel Dikaitkan dengan Penyelidikan Pencurian di Louvre

CGI Group, sebuah perusahaan yang berbasis di Tel Aviv, Israel, mengklaim bahwa Museum Louvre meminta bantuan mereka untuk menyelidiki pencurian delapan perhiasan bersejarah dari Galeri Apollo. Klaim ini muncul setelah keberhasilan CGI Group dalam menemukan artefak curian dari sebuah museum Jerman pada tahun 2019.

"Louvre secara khusus meminta kami untuk mengungkap identitas orang-orang yang terlibat dalam pencurian tersebut dan untuk mengambil kembali artefak yang dicuri," kata CEO CGI Group, Zvika Naveh, dalam pernyataannya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Namun, pihak Museum Louvre membantah telah menghubungi firma intelijen Israel tersebut. Seorang perwakilan museum menolak pernyataan Naveh tanpa memberikan komentar lebih lanjut.

Ketika dimintai klarifikasi, Naveh menjelaskan bahwa permintaan tersebut datang melalui perantara. "Melalui perantara yang bertindak atas nama Louvre dan entitas lain, termasuk perusahaan asuransi," ucap Naveh.

Namun, manajemen Louvre tetap bersikeras bahwa mereka tidak menghubungi siapa pun. Saat ini, polisi Prancis sedang memburu empat pencuri perhiasan yang berhasil membobol Louvre pada hari Minggu lalu. Salah satu potongannya, sebuah mahkota yang dilapisi lebih dari 1.000 berlian, jatuh saat para pelaku melarikan diri.

Pencurian di Museum Green Vault Dresden 2019

Perampokan tahun 2019 di Museum Green Vault Dresden mengakibatkan pencurian perhiasan abad ke-18 senilai 113 juta euro ($132 juta). Perhiasan curian tersebut, yang diasuransikan senilai lebih dari 113 juta euro, sebagian dikembalikan oleh lima penjahat yang dihukum karena pencurian tersebut.

Dihubungi oleh AFP, terkait pengungkapan pencurian ini, Koleksi Seni Negara Dresden membantah adanya kerja sama dengan perusahaan Israel tersebut. Namun demikian, CEO CGI Group, Zvika Naveh, kembali mengatakan bahwa baik Museum Louvre dan Dresden dapat mengatakan apa pun yang mereka inginkan, tetapi bersikeras bahwa perusahaannya telah dihubungi atas nama kedua museum.

Ia menolak memberikan detail karena alasan 'kerahasiaan'. Ia mengatakan permintaan tersebut bisa saja diajukan oleh perusahaan asuransi, pengacara perusahaan asuransi, entitas apa pun yang terkait dengan museum, bahkan bisa jadi kementerian, bukan pihak museum secara langsung.

"Masing-masing pihak memiliki kepentingan yang berbeda. Kepentingan museum tidak sama dengan kepentingan perusahaan asuransi, atau perusahaan keamanan, yang telah melakukan kesalahan," tambahnya.

"Beberapa orang berkepentingan untuk mengungkap cerita ini, dan yang lainnya berkepentingan untuk menyangkalnya, tentu saja, kepolisian Prancis tidak menyukai kenyataan bahwa kami, sebagai firma swasta Israel, ditugaskan untuk melakukan investigasi," pungkasnya.

Peran Perusahaan Asuransi dan Pihak Terkait

Menurut Naveh, perusahaan asuransi memiliki peran penting dalam proses penyelidikan. Ia menjelaskan bahwa permintaan dari pihak-pihak terkait bisa datang dari berbagai entitas, termasuk perusahaan asuransi atau lembaga hukum yang terkait dengan museum. Hal ini menunjukkan bahwa investigasi tidak hanya dilakukan oleh museum sendiri, tetapi juga melibatkan pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan dalam kasus ini.

Naveh menekankan bahwa semua pihak memiliki kepentingan yang berbeda. Misalnya, perusahaan asuransi mungkin lebih tertarik pada pemulihan barang yang hilang, sementara museum mungkin lebih fokus pada reputasi dan keamanan institusi mereka. Hal ini membuat situasi menjadi lebih kompleks, terutama ketika ada konflik antara pernyataan dari pihak museum dan klaim dari perusahaan yang melakukan penyelidikan.

Selain itu, Naveh menyoroti bahwa kepolisian Prancis tidak menyukai fakta bahwa investigasi dilakukan oleh firma swasta Israel. Ini menunjukkan adanya ketegangan antara otoritas lokal dan perusahaan asing yang terlibat dalam kasus pencurian ini.

Tantangan dalam Investigasi

Investigasi yang dilakukan oleh CGI Group menghadapi beberapa tantangan, termasuk keterbatasan informasi dan persyaratan kerahasiaan yang diberlakukan. Naveh menjelaskan bahwa ia tidak dapat memberikan detail lebih lanjut karena alasan kerahasiaan, meskipun hal ini memperumit proses penyelidikan.

Selain itu, adanya perbedaan pendapat antara pihak museum dan perusahaan yang melakukan penyelidikan menciptakan ketidakpastian dalam proses investigasi. Meskipun begitu, Naveh tetap yakin bahwa perusahaannya memiliki peran penting dalam mengungkap kebenaran tentang pencurian tersebut.

Dengan adanya konflik antara pernyataan dari pihak museum dan klaim dari CGI Group, kasus ini menjadi semakin menarik dan menunjukkan betapa kompleksnya proses penyelidikan dalam kasus pencurian seni yang melibatkan berbagai pihak.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan