Museum Pajajaran Akan Dibangun Kembali, Batutulis Bogor Jadi Pusat Budaya Sunda

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Museum Pajajaran Akan Dibangun Kembali, Batutulis Bogor Jadi Pusat Budaya Sunda

Pemkot Bogor dan Kementerian Kebudayaan Siap Revitalisasi Kawasan Batutulis

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Kementerian Kebudayaan sedang menyiapkan langkah besar untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah Batutulis. Wilayah yang menjadi saksi kejayaan Kerajaan Pajajaran ini akan segera direvitalisasi dan dikembangkan menjadi Museum Pajajaran, pusat edukasi budaya Sunda dan sejarah Jawa Barat.

Langkah konkret menuju rencana tersebut ditandai dengan kunjungan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, ke lokasi Prasasti Batutulis dan Bumi Ageung Batutulis, pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Dalam kunjungan kerja itu, Fadli menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat pelestarian situs bersejarah sekaligus menjadikannya destinasi budaya unggulan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Insyaallah, perubahan awal akan terlihat pada Desember nanti. Tahun berikutnya kita mulai mengisi Bumi Ageung dengan koleksi dan narasi tentang Pajajaran, Bogor, dan sejarah Jawa Barat,” ujar Fadli Zon.

Menurutnya, revitalisasi Prasasti Batutulis bukan hanya sekadar renovasi fisik, tetapi bagian dari strategi nasional untuk menghidupkan kembali identitas budaya Nusantara melalui situs-situs bersejarah. Kawasan tersebut akan ditata ulang agar memiliki fungsi edukatif, sekaligus menjadi ruang publik tempat masyarakat dapat belajar tentang sejarah Sunda secara interaktif.

Peran Pemkot Bogor dalam Pengembangan Museum Pajajaran

Dalam kunjungan yang sama, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyambut positif dukungan Kementerian Kebudayaan. Ia menyebut rencana pembangunan Museum Pajajaran sebagai momentum bersejarah yang telah lama dinantikan warga Bogor.

“Kehadiran Pak Menteri memberi semangat baru bagi kami di Pemkot untuk terus berkolaborasi. Museum Pajajaran bukan hanya proyek fisik, tapi juga upaya menghidupkan kembali identitas daerah dan warisan budaya Sunda,” ujar Dedie.

Dedie menjelaskan bahwa pihaknya akan menggandeng para ahli, mulai dari sejarawan, arkeolog, hingga akademisi dalam Forum Group Discussion (FGD) guna menyusun alur cerita (storyline) museum. Tujuannya agar narasi sejarah yang disajikan tidak hanya menarik, tetapi juga akurat dan edukatif.

Selain pameran artefak, museum nantinya juga akan menampilkan instalasi digital dan multimedia yang membantu pengunjung memahami perjalanan panjang sejarah Sunda, dari masa prasejarah hingga berdirinya Kerajaan Pajajaran.

Rencana Revitalisasi Museum Pajajaran

Revitalisasi Museum Pajajaran Bakal Dimulai Tahun 2026. Proyek revitalisasi kawasan Batutulis dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Konsep pengembangan mencakup integrasi antara bangunan Prasasti Batutulis dengan Bumi Ageung Batutulis, sehingga kawasan ini tidak lagi berdiri sebagai dua lokasi terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan kawasan budaya.

Fadli Zon menuturkan, kawasan Batutulis memiliki nilai sejarah luar biasa karena di sanalah jejak Kerajaan Pajajaran ditemukan. Ia menyebut lokasi itu sebagai “titik nol sejarah Kota Bogor”, tempat di mana peradaban Sunda pernah mencapai puncak kejayaannya.

“Batutulis adalah pusat identitas sejarah Bogor. Kami ingin menjadikannya ikon budaya yang hidup, tempat pendidikan, seni, dan kegiatan masyarakat,” ungkap Fadli.

Kementerian Kebudayaan juga berencana memperkuat sistem pengamanan dan konservasi di sekitar prasasti untuk mencegah potensi kerusakan akibat vandalisme atau cuaca. Akses menuju batu bertulis peninggalan abad ke-16 itu akan dibatasi agar keasliannya tetap terjaga, namun tetap dapat diakses publik melalui jalur wisata edukatif.

Visi Museum Pajajaran sebagai Pusat Literasi Budaya

Selain menjadi tempat penyimpanan artefak bersejarah, Museum Pajajaran akan dirancang sebagai pusat literasi budaya Sunda. Dedie berharap keberadaan museum ini dapat menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap sejarah dan warisan lokal.

“Kami ingin museum ini tidak sekadar menjadi ruang pajang benda kuno, tapi juga wadah belajar yang menginspirasi,” kata Dedie.

Rencananya, pameran di museum tersebut akan menampilkan berbagai peninggalan arkeologis, manuskrip kuno, dan narasi tentang perjalanan sejarah Kerajaan Galuh hingga Pajajaran. Beberapa koleksi juga akan menyoroti peran Bogor sebagai pusat pemerintahan Sunda pada masa lampau.

Fadli menambahkan, Kementerian Kebudayaan akan menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta komunitas seniman dan budayawan setempat untuk mewujudkan konsep museum yang modern namun tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.

“Kami ingin Museum Pajajaran menjadi ruang pembelajaran sejarah yang hidup dan menarik bagi semua kalangan. Saya yakin tempat ini akan menjadi ikon baru Kota Bogor sekaligus magnet wisata budaya nasional,” pungkasnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan