
aiotrade.app
, JAKARTA — Musim pembagian dividen interim diharapkan mampu memberikan dorongan positif terhadap kinerja saham-saham yang tergabung dalam indeks High Dividend-20. Sejak awal tahun, indeks ini masih menunjukkan performa yang kurang memuaskan dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat hingga 15,39%.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks High Dividend-20 tercatat turun sebesar 9,57% sejak awal tahun atau year to date (YTD). Pada Agustus 2025, saham ADRO menjadi saham yang paling tertinggal dalam indeks ini sejak awal tahun. Diikuti oleh saham BBCA, BMRI, ITMG, dan PTBA. Sementara itu, saham-saham yang menjadi leading stock dalam indeks tersebut adalah ASII, TLKM, ANTM, PGAS, dan TPIA.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Senior Market Chartist dari Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa saham-saham yang terkoreksi dalam indeks ini, khususnya sektor perbankan, saat ini dinilai sebagai saham yang undervalued. Ia menyebutkan bahwa saham perbankan sudah berada di bawah nilai wajar (fairly valued). Selain itu, secara valuasi juga menarik.
Menurut Nafan, beberapa saham perbankan memiliki rasio price to earning (PE) di bawah 15 kali. Selain itu, rasio price to book value (PBV) juga berada di bawah 1 kali. Hal ini membuat saham-saham perbankan, khususnya bank buku empat, menarik untuk diperhatikan.
“Dengan adanya dinamika dividen, ini bisa memengaruhi kenaikan harga saham,” ujarnya.
Musim pembagian dividen interim diharapkan dapat membawa pergerakan harga saham pada indeks High Dividend-20 mulai naik secara bertahap. Menurut Nafan, saham-saham dalam indeks ini telah oversold sebelumnya.
“Di sini juga major trend-nya itu sideways dari pasar major markdown. Jadi, ada major markup facing,” tambahnya.
Berikut rekomendasi saham-saham yang patut diperhatikan dalam indeks High Dividend-20:
- Big Banks: BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, dan BNGA
- Saham dengan dividen tinggi: TLKM, PGAS, ASII, dan JPFA
Berikut kinerja saham indeks High Dividend-20 per 8 Oktober 2025 (YTD):
| Kode Emiten | Harga Saham per 8/10/2025 (Rp) | Perubahan YTD |
|---|---|---|
| ACES | 422 | -46,58% |
| ADRO | 1.850 | -12,12% |
| AKRA | 1.125 | 0,45% |
| ANTM | 3.330 | 118,36% |
| ASII | 5.725 | 16,84% |
| BBCA | 7.375 | -23,77% |
| BBNI | 3.940 | -9,43% |
| BBRI | 3.720 | -8,82% |
| BMRI | 4.250 | -25,44% |
| BNGA | 1.705 | -1,45% |
| HMSP | 700 | 10,24% |
| INDF | 7.250 | -5,84% |
| ITMG | 22.150 | -17,04% |
| JPFA | 2.130 | 9,79% |
| PGAS | 1.675 | 5,35% |
| PTBA | 2.270 | -17,45% |
| SIDO | 520 | -11,86% |
| TLKM | 2.990 | 10,33% |
| UNTR | 25.175 | -5,98% |
| UNVR | 1.855 | -1,59% |
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade.app tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.