Musim hujan, wilayah rawan banjir di Gresik meningkat

admin.aiotrade 22 Okt 2025 2 menit 12x dilihat
Musim hujan, wilayah rawan banjir di Gresik meningkat

Cuaca Ekstrem di Surabaya dan Sekitarnya

Guyuran hujan yang turun di sebagian besar wilayah Surabaya dan sekitarnya disambut dengan suka cita oleh masyarakat. Meski hujan mulai mengguyur, Prof. Erma Yulihastin, seorang peneliti klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyatakan bahwa cuaca panas ekstrem masih berpotensi terjadi hingga akhir Oktober 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurutnya, meskipun ada mendung yang cukup tebal, kondisi tersebut belum cukup untuk menandai adanya hujan yang signifikan. Fenomena ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir bulan Oktober 2025. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Erma kepada aiotrade pada Selasa (21/10).

Perubahan Pola Cuaca

Menjelang akhir Oktober, pola cuaca mulai menunjukkan perubahan. Dari kondisi lembap yang sebelumnya dominan, kemudian beralih ke hujan deras dalam waktu singkat, lalu kembali ke cuaca panas. Fenomena ini sudah terjadi di sejumlah daerah di Jawa, termasuk di Surabaya dan sekitarnya.

Perubahan cuaca ini memicu kekhawatiran terhadap potensi banjir, terutama di wilayah-wilayah yang telah diketahui rawan banjir. Berikut adalah beberapa wilayah yang menjadi perhatian:

Wilayah Rawan Banjir di Surabaya dan Sekitarnya

  1. Kecamatan Cerme
    Wilayah ini termasuk dalam zona hilir dari DAS Kali Lamong yang alirannya melalui Kabupaten Gresik. Kondisi ini membuat wilayah ini rentan terhadap banjir, terutama saat curah hujan tinggi.

  2. Kecamatan Benjeng
    Wilayah ini sering terdampak luapan Kali Lamong, khususnya di Desa Deliksumber. Luapan air dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan lingkungan sekitar.

  3. Kecamatan Balongpanggang
    Termasuk wilayah yang sering dilaporkan terdampak luapan sungai Kali Lamong. Salah satu contohnya adalah Desa Ngampel, di mana rumah dan jalan lingkungan sering terendam air.

  4. Kecamatan Menganti
    Wilayah ini juga masuk dalam daftar wilayah rawan banjir sebagai bagian dari hilir Kali Lamong. Masyarakat setempat perlu waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.

  5. Kecamatan Driyorejo
    Kerawanan banjir di wilayah ini terutama disebabkan oleh luapan sungai atau jebolnya tanggul Kali Avoer. Kondisi ini bisa berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat.

  6. Gresik Utara
    Wilayah ini dilewati DAS Sungai Bengawan Solo dan juga rentan terhadap banjir rob wilayah pesisir utara. Kondisi ini membutuhkan pengawasan ekstra, terutama saat musim hujan.

Pentingnya Persiapan dan Kesadaran Masyarakat

Dengan adanya potensi cuaca ekstrem dan banjir, masyarakat di wilayah-wilayah rawan perlu meningkatkan kesadaran dan persiapan diri. Pemerintah setempat serta instansi terkait juga harus terus memantau perkembangan cuaca dan melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana.

Pemantauan dan perbaikan infrastruktur, seperti tanggul dan saluran air, menjadi hal penting yang harus dilakukan secara berkala. Selain itu, edukasi tentang cara menghadapi bencana banjir juga perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih siap menghadapi situasi darurat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan