
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akan memberikan penghargaan gelar pahlawan nasional tahun 2025 pada hari ini, Senin (10/11). Acara ini menjadi momen penting dalam menghargai kontribusi tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam membangun dan menjaga keutuhan bangsa.
Dari pantauan di lokasi acara, sejumlah tokoh terlihat hadir sejak pukul 09.10 WIB. Salah satunya adalah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang tiba dengan mengenakan pakaian kebaya berwarna krem. Ia menyampaikan bahwa kehadirannya untuk mengikuti penganugerahan gelar pahlawan nasional 2025, salah satu dari tokoh yang diangkat berasal dari wilayah Maluku Utara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Jadi hari ini adalah penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Sultan Zainal Abidin Syah, Sultan Tidore ke-37. Beliau juga merupakan tokoh pemersatu Wilayah Papua Barat, Irian Barat pada masa itu ke dalam negara kesatuan Republik Indonesia," ujar Sherly.

Menurutnya, Sultan Zainal Abidin Syah adalah gubernur Irian Barat pertama yang ditunjuk langsung oleh Presiden Soekarno pada tahun 1956. "Beliau juga merupakan gubernur Irian Barat pertama yang ditunjuk langsung oleh Presiden Soekarno pada masa itu di tahun 1956 dan beliau adalah tokoh penting dalam menjaga kesatuan wilayah kedaulatan Indonesia," tambahnya.
Selain Sherly Tjoanda, tampak hadir beberapa tokoh penting seperti Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Tahun ini, terdapat 49 nama yang diajukan untuk menerima gelar pahlawan nasional. Namun, tidak semua nama tersebut mendapatkan persetujuan untuk diberikan gelar pada tahun ini.
Menurut informasi yang diberikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, setidaknya ada 10 nama yang akan diumumkan dan disematkan gelar pahlawan pada tahun ini. "Besok, Insyaallah akan diumumkan. Kurang lebih 10 nama," kata Prasetyo Hadi di Jalan Kertanegara, pada Minggu (9/11).
Ia juga menyampaikan bahwa beberapa nama yang diajukan termasuk tokoh-tokoh penting. "Ya, masuk, masuk (Soeharto)" ujarnya singkat, meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan nama-nama yang akan diumumkan.