Kehadiran Koalisi Baru yang Membawa Harapan bagi Israel
Dua mantan perdana menteri Israel, Naftali Bennett dan Yair Lapid, telah membentuk koalisi baru yang bertujuan untuk menghadapi pemilu 2026. Koalisi ini dianggap sebagai ancaman serius bagi dominasi Benjamin Netanyahu, yang selama ini memimpin pemerintahan Israel dalam periode terpanjang dalam sejarah negara tersebut.
Kedua tokoh ini tidak hanya berkomitmen untuk menggulingkan Netanyahu, tetapi juga menciptakan partai baru bernama Beyahad di bawah kepemimpinan Bennett. Partai ini bertujuan untuk menjadi kekuatan politik utama dalam pemilu mendatang. Mereka yakin bahwa koalisi ini akan membawa kemenangan besar dan membuka era baru bagi Israel.
Bennett menyampaikan pernyataannya dengan penuh keyakinan. Ia menyatakan bahwa langkah ini adalah salah satu tindakan paling Zionis dan patriotik yang pernah mereka ambil untuk negara mereka. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara televisi bersama Lapid pada Minggu (26/4/2026).
Lapid, yang saat ini menjabat sebagai pemimpin oposisi, juga menunjukkan kepercayaan penuhnya kepada Bennett. Meskipun Bennett berasal dari sayap kanan, Lapid mengakui bahwa ia adalah seorang politisi yang jujur dan kompeten.
Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa Bennett merupakan kandidat paling potensial yang mampu menumbangkan Netanyahu dalam pemilu Oktober mendatang. Selain itu, Bennett juga telah mengajak Gadi Eisenkot, seorang tokoh sentris, untuk bergabung dalam koalisinya.
Di sisi lain, Netanyahu, yang berusia 76 tahun, tetap berencana untuk memimpin partai Likud dalam pemilu mendatang. Sebagai perdana menteri dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Israel (total 18 tahun), ia kini menghadapi tantangan terbesar dari koalisi para mantan "anak didiknya" sendiri.
Profil Naftali Bennett

Naftali Bennett lahir di Haifa pada 25 Maret 1972. Ia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara yang lahir dari pasangan Jim dan Myrna Bennett, imigran Yahudi Amerika yang pindah ke Israel dari San Francisco pada 1967, sebulan setelah Perang Enam Hari. Kedua orang tua Bennett menganut Yudaisme Ortodoks Modern.
Jim Bennett adalah seorang broker real estate sukses yang beralih menjadi wirausaha real estate. Sementara ibu Bennett, Myrna, menjadi deputi direktur jenderal program utara Asosiasi Orang-Orang Amerika dan Kanada di Israel.
Salah satu saudara Bennett, Asher, adalah seorang pengusaha yang berbasis di Britania Raya. Saudaranya yang lain, Daniel, adalah seorang akuntan untuk Layanan Perkapalan Terintegrasi Zim.
Bennett masuk SMA Yeshiva Yavne di Haifa dan menjadi pemimpin ("Madrich") dari organisasi pemuda Zionis relijius Bnei Akiva. Ia meraih gelar hukum dari Universitas Ibrani Yerusalem.
Pada 1999, ia mendirikan dan memiliki perusahaan Cyota, yang mengoperasikan alat anti-kecurangan, yang berfokus pada kecurangan perbankan online, kecurangan e-commerce, dan phishing. Perusahaan tersebut dijual pada 2005 seharga $145 juta.
Ia juga menjabat sebagai CEO Soluto, sebuah perusahaan layanan perkomputeran, yang dijual pada 2013 dengan dikabarkan seharga $100130 juta.
Bennett masuk politik pada 2006, menjabat sebagai Ketua Staf untuk Benjamin Netanyahu sampai 2008. Pada 2011, bersama dengan Ayelet Shaked, ia mendirikan gerakan ekstra-parlementer My Israel. Dalam pemilihan Knesset 2013, mula-mula dimajukan oleh Rumah Yahudi di bawah kepemimpinan Bennett, partai tersebut memenangkan 12 dari 120 kursi.
Ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan Israel sejak 2015 dan Menteri Urusan Diaspora sejak 2013. Antara 2013 dan 2015, ia memegang jabatan Menteri Ekonomi dan Menteri Layanan Keagamaan.
Pada 13 Juni 2021, Naftali Bennett dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) baru Israel, menggantikan Benjamin Netanyahu yang telah berkuasa selama 12 tahun.
Profil Yair Lapid

Yair Lapid lahir pada 5 November 1963) adalah Menteri Luar Negeri Israel dan ketua Partai Yesh Atid. Sebelum masuk ke kancah politik tahun 2012, ia merupakan jurnalis, penulis, presenter TV, dan pembaca berita.
Partai Yesh Atid yang didirikannya menjadi partai terbesar kedua di Knesset dengan perolehan 19 kursi pada pemilu legislatif pertama tahun 2013. Hasil yang melampaui perkiraan ini menjadikan Lapid dipandang sebagai tokoh moderat terdepan.
Pada bulan Maret 2013, setelah berkoalisi dengan Likud, Lapid ditunjuk sebagai Menteri Keuangan Israel. Pada Mei 2013, Lapid menempati peringkat pertama dalam daftar "Tokoh Yahudi Paling Berpengaruh di Dunia" versi The Jerusalem Post.
Pada September 2013, dia berada di peringkat nomor 1 dalam "50 orang Yahudi paling berpengaruh di dunia" oleh Jerusalem Post. Pada tanggal 17 Mei 2020, Lapid menjadi Pemimpin Oposisi setelah pemerintahan Israel ke 35 diambil sumpahnya.
Pada tanggal 5 Mei 2021, ia memulai pembicaraan dengan pemimpin partai politik lainnya untuk membentuk koalisi pemerintahan. Pada tanggal 2 Juni 2021 ia melapor kepada Presiden Israel bahwa ia telah setuju untuk membentuk pemerintahan rotasi dengan Naftali Bennett dan telah disiapkan untuk menggantikan perdana menteri Benyamin Netanyahu.
Pemerintahan baru ini dilantik pada tanggal 13 Juni 2021. Yair Lapid diangkat menjadi Perdana Menteri Israel pada tanggal 1 Juli 2022 setelah Bennett mengumumkan akan mengadakan pemungutan suara untuk membubarkan Knesset dan ia akan mundur dari jabatannya sebagai perdana menteri segera setelah pemungutan suara berakhir.
Lapid akan tetap menjadi perdana menteri sampai pemerintahan yang baru dibentuk setelah pemilu.