
Penurunan Harga BBM dan Elpiji di Filipina
Filipina kini telah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji setelah sebelumnya mengalami kenaikan akibat keadaan darurat energi yang dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah. Penurunan ini dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk mengurangi beban masyarakat terhadap kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok.
Harga solar turun sekitar Rp 4.000 per liter dan bensin turun sebesar Rp 1.685 per liter sejak 14 April. Sementara itu, harga elpiji juga turun sebesar Rp 826 per kilogram mulai dari tanggal 17 April. Penurunan ini merupakan respons dari kebijakan Presiden Ferdinand Marcos Jr., yang memberlakukan penangguhan pajak cukai selama tiga bulan atas gas minyak cair (LPG) dan minyak tanah.
Penyebab Kenaikan Harga BBM dan Elpiji
Sebelum penurunan harga, Filipina sempat mendeklarasikan keadaan darurat nasional karena ketersediaan energi yang terbatas. Keadaan ini terjadi setelah konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran memicu ketidakstabilan pasokan energi. Presiden Marcos Jr. mengumumkan keadaan darurat tersebut pada malam hari tanggal 24 Maret 2026.
Pernyataan presiden menyebutkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah berdampak pada stabilitas pasokan energi negara. Akibatnya, harga BBM dan gas naik, yang kemudian berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok. Hal ini membuat pemerintah melakukan intervensi untuk menstabilkan harga.
Penurunan Harga BBM dan Dampaknya
Penurunan harga BBM di Filipina dimulai pada 14 April lalu, sehari setelah pengumuman Presiden Marcos Jr. melalui media. Shell Pilipinas, salah satu perusahaan minyak terbesar, menurunkan harga solar sebesar 23 peso per liter atau sekitar Rp 4.000 per liter. Harga bensin turun sebesar 6,50 peso per liter (Rp 1.685), sedangkan harga minyak tanah turun sebesar 11,50 peso per liter.
Sebelum penurunan, harga bensin berkisar antara 84,30 hingga 110,10 peso Filipina per liter, setara dengan Rp 23.898 hingga Rp 31.213 per liter. Harga diesel berkisar antara 108,80 hingga 133,10 peso Filipina, setara dengan Rp 30.844 hingga Rp 37.733 per liter. Sementara itu, harga minyak tanah berkisar antara 120,89 hingga 164,69 peso Filipina per liter, setara dengan Rp 34.272 hingga Rp 46.689 per liter.
Media Filipina GMANews melaporkan bahwa kemungkinan besar harga solar dan bensin akan turun lagi pekan depan. Penurunan ini disebabkan oleh intervensi pemerintah yang ingin membantu masyarakat, khususnya para pengemudi dan keluarga yang terdampak oleh kenaikan harga minyak.
Penurunan Harga Elpiji dan Alasannya
Selain BBM, harga elpiji juga mengalami penurunan sebesar 3 peso (Rp 826) per kilogram sejak 17 April 2026. Menurut laporan "24 Oras", penurunan ini setara dengan pengurangan 33 peso untuk setiap tangki LPG 11 kilogram. Saat ini, harga LPG 11 kg di Filipina sekitar 1.600 peso (Rp 459 ribu).
Menurut Arnel Ty, pendiri Asosiasi Pemasar LPG, penurunan harga ini disebabkan oleh penurunan biaya pengiriman dan transportasi. Namun, harga elpiji bisa kembali turun jika harga minyak di pasar global menurun dalam beberapa minggu mendatang.
Langkah Pemerintah dalam Memastikan Stabilitas Harga
Dengan penurunan harga BBM dan elpiji, Departemen Energi Filipina (DOE) dan Departemen Keuangan, melalui Biro Pendapatan Dalam Negeri (BIR) dan Biro Bea Cukai (BOC), diarahkan untuk melakukan inventarisasi stok LPG dan minyak tanah. Tujuannya adalah memastikan tidak ada penyelewengan harga dan menjaga kestabilan pasokan.
Perusahaan minyak diwajibkan untuk menyampaikan data rutin mengenai komponen biaya LPG dan kerosin setiap bulannya. Hal ini bertujuan untuk memantau fluktuasi harga dan memastikan bahwa harga tetap terjangkau bagi masyarakat.