Pergerakan harga bitcoin (BTC) sepanjang tahun 2025 menunjukkan perubahan yang dinamis, dengan fase reli yang membawa aset kripto terbesar ini mencetak rekor baru, diikuti oleh koreksi dan konsolidasi menjelang akhir tahun. Harga BTC pada awal tahun berada di level 93.315,7 dolar AS, namun hingga tanggal 26 Desember 2025, harga turun menjadi 88.861,2 dolar AS, sehingga mengalami penurunan sebesar 4,77 persen secara year-to-date.
Pada hari ini, harga bitcoin terpantau berada di kisaran 88.768 dolar AS, dengan intraday tertinggi mencapai 89.238 dolar AS dan terendah pada 86.940 dolar AS, berdasarkan data pasar. Di Indonesia, aktivitas perdagangan aset kripto semakin meningkat, yang terlihat dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada November 2025, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 37,20 triliun, turun dari Oktober, sementara total transaksi kripto sepanjang 2025 (year-to-date) mencapai Rp 446,77 triliun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
OJK juga mencatat jumlah investor aset kripto mencapai 19,08 juta per Oktober 2025, serta daftar aset kripto yang dapat diperdagangkan mencapai 1.347 aset per November 2025. Berikut adalah perkembangan harga bitcoin sepanjang tahun 2025:
Januari–Februari 2025: Fase Koreksi Setelah ATH
Awal tahun 2025 ditandai oleh reli yang memicu bitcoin mencapai all-time high (ATH) pada Januari 2025 di level 108.000 dolar AS. Namun, setelah itu pasar memasuki fase koreksi. Pada 3 Februari 2025, harga bitcoin turun ke 91.000 dolar AS (lebih dari 15 persen), lalu sempat memantul ke 101.000 dolar AS pada 4 Februari 2025, dan kembali turun ke 95.000 dolar AS pada 10 Februari 2025.
Di Indonesia, aktivitas perdagangan tetap tinggi. Total transaksi di Indodax pada Januari 2025 mencapai Rp 16,019 triliun, atau sekitar 12,02 persen dari total transaksi selama 2024.
Juni 2025: Rebound ke 110.000 Dollar AS
Memasuki pertengahan tahun, harga bitcoin kembali naik dan menembus 110.000 dolar AS pada 10 Juni 2025. Pada saat yang sama, aktivitas perdagangan di dalam negeri meningkat. Total volume transaksi di Indodax tercatat Rp 707,8 miliar pada 10 Juni 2025.
Juli 2025: “Short Squeeze” dan Reli Menuju 118.000 hingga 123.000 Dollar AS
Fase reli yang cepat terjadi pada Juli 2025, yang diikuti oleh lonjakan aktivitas derivatif. Pada 11 Juli 2025, harga bitcoin menembus 118.000 dolar AS dan memicu gelombang likuidasi posisi short terbesar di pasar derivatif kripto sepanjang 2025, dengan nilai lebih dari 1,13 miliar dolar AS dalam 24 jam.
Reli berlanjut, dan pada 14 Juli 2025, harga bitcoin menembus 123.000 dolar AS. Antony Kusuma dari Indodax menyampaikan bahwa investor disarankan untuk menggunakan strategi investasi yang aman, seperti beli bertahap (dollar-cost averaging).
Oktober 2025: Rekor Baru 126.000 Dollar AS
Setelah rangkaian reli dan fase naik-turun pada kuartal III 2025, harga bitcoin kembali mencetak rekor pada Oktober 2025. Pada 8 Oktober 2025, harga bitcoin menembus ATH di level 126.000 dolar AS atau sedikit di bawah Rp2,1 miliar per koin. Puncak harga sempat mencapai 126.080 dolar AS sebelum stabil di kisaran 124.700 dolar AS.
Aktivitas perdagangan di Indodax meningkat, dengan volume trading mencapai Rp 1 triliun bertepatan dengan momen ATH, serta volume 7 hari terakhir meningkat hampir 50 persen dibanding periode sebelumnya.
November–Desember 2025: Koreksi dan Konsolidasi
Memasuki November hingga akhir Desember 2025, indikator pasar menunjukkan fase yang lebih berombak. Proyeksi konsolidasi harga bitcoin diutarakan hingga akhir 2025 di tengah sikap "wait and see" pelaku pasar global.
Pada 22 November 2025, harga bitcoin melemah tajam menjadi 84.537,42 dolar AS, seraya mengaitkan sentimen dengan kekhawatiran arah suku bunga bank sentral AS. Harga bitcoin kembali menembus 92.000 dolar AS pada rentang 2 hingga 3 Desember 2025, setelah sebelumnya tekanan pasar memicu likuidasi lebih dari 250 juta dolar AS pada pekan sebelumnya.
Namun, menjelang penutupan tahun, harga kembali berada jauh di bawah rekor Oktober 2025. Data Stooq menempatkan BTC/USD di 88.861,2 dengan catatan YTD minus 4,77 persen (basis YTD 93.315,7).
Aktivitas Kripto Indonesia: Transaksi, Jumlah Investor, dan Ekosistem yang Membesar
Pergerakan harga bitcoin sepanjang 2025 berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekosistem kripto di Indonesia yang terekam dalam data regulator. OJK mencatat total transaksi kripto sepanjang 2025 (ytd) mencapai Rp 446,77 triliun, dengan jumlah investor aset kripto 19,08 juta (posisi Oktober 2025).
Dalam keterangannya, Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK Hasan Fawzi menyebut angka transaksi itu menunjukkan kepercayaan konsumen dan kondisi pasar tetap terjaga baik. OJK juga memaparkan bahwa per November 2025 terdapat 1.347 aset kripto yang dapat diperdagangkan, serta OJK telah menyetujui perizinan 29 entitas di ekosistem perdagangan aset kripto (termasuk bursa, kliring, kustodian, dan pedagang), ditambah persetujuan bagi lembaga penunjang.
Angka-angka tersebut menjadi latar penting karena volatilitas harga bitcoin 2025 terjadi ketika basis pengguna dan infrastruktur pasar di Indonesia terus bertambah. Di tingkat pelaku, beberapa pernyataan yang muncul di momen reli, misalnya ajakan untuk tidak terburu-buru ikut euforia dan penggunaan strategi beli bertahap, juga menunjukkan bahwa edukasi risiko menjadi tema yang berulang saat harga bergerak ekstrem.