Nama Orang Tua Dianggap Bercanda, Siswa SMA N 1 Sumberlawang Belum Pahami Bullying

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 20x dilihat
Nama Orang Tua Dianggap Bercanda, Siswa SMA N 1 Sumberlawang Belum Pahami Bullying


Sragen, aiotrade
Tindakan perundungan di lingkungan sekolah masih sering terjadi. Di SMA N 1 Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah (Jateng), kejadian tersebut masih marak terjadi karena kurangnya pemahaman siswa tentang bentuk-bentuk perundungan yang tidak disadari.

Menurut salah seorang siswa kelas 11, Nareza Yusuf (16), tindakan perundungan verbal masih sering terjadi saat para siswa berinteraksi. "Masih sering terjadi. Seperti memanggil nama orang tua itu masih sering terjadi," ujarnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Nareza menjelaskan bahwa banyak siswa menganggap tindakan seperti ini sebagai candaan. Padahal, menurutnya, hal tersebut termasuk dalam kategori perundungan ringan. "Banyak siswa menganggap bercandaan padahal itu termasuk bullying ringan," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SMA N 1 Sumber Lawang, Bekti Ratna Timur Astuti. Ia menyatakan bahwa perundungan verbal menjadi kasus yang paling sering terjadi di lingkup sekolahnya. Tindakan tersebut akhirnya memicu para siswa berkelahi.

"Bullying itu pasti ada di sekolah mana pun. Yang paling parah terjadi itu, sempat kemarin ada ejek-ejekan, dan ejek-ejekan, tetapi sampai karena emosinya itu sampai dorong-dorongan. Kami sudah berusaha mendamaikan," kata dia.

Bekti menegaskan bahwa para siswa masih belum memahami efek dari tindakan perundungan meski hanya bersifat ringan. "Para siswa tidak merasa bahwa itu mempunyai dampak yang luar biasa kepada temannya. Anak yang menjadi korbannya itu merasa rendah diri dan sebagainya," jelas dia.

Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah menyelenggarakan 'Gerakan Rukun Sama Teman' selama 5 hari setelah ujian semester (kelas meeting) kepada seluruh siswa kelas 10 hingga 12. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya hubungan harmonis antar teman.

Beberapa aktivitas yang dilakukan dalam kegiatan ini meliputi baris-berbaris, pemberian wawasan kebangsaan, karakter building, anti kekerasan dan anti perundungan, atau bullying, serta materi integritas.

"Jadi, ada sembilan nilai yang harus ditanamkan kepada anak. Ada nilai jujur, mandiri, tanggung jawab, kemudian berani, sederhana, disiplin," tutup dia.

Langkah-Langkah Pemecahan Masalah Perundungan di Sekolah

Berikut beberapa langkah yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk mencegah dan mengatasi masalah perundungan:

  • Pendidikan Karakter
    Sekolah memberikan pendidikan karakter kepada siswa agar mereka memahami pentingnya sikap saling menghargai dan menghormati sesama.

  • Materi Anti-Bullying
    Dalam kegiatan 'Gerakan Rukun Sama Teman', siswa diberikan materi tentang bahaya perundungan dan cara menghindarinya.

  • Pelatihan Kepemimpinan
    Siswa diberikan pelatihan kepemimpinan agar mampu menjadi contoh yang baik bagi teman-temannya.

  • Program Kolaboratif
    Sekolah mengajak siswa untuk bekerja sama dalam berbagai kegiatan kelompok, sehingga dapat memperkuat ikatan persaudaraan.

  • Peningkatan Kesadaran Siswa
    Melalui diskusi dan dialog, siswa diajak untuk lebih memahami dampak negatif dari tindakan perundungan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pentingnya Kesadaran Siswa dalam Menghadapi Perundungan

Perundungan tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga pada pelaku dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk lebih sadar akan tindakan yang mereka lakukan.

  • Mengidentifikasi Bentuk-Bentuk Perundungan
    Siswa perlu memahami bahwa perundungan bisa berupa ejekan, cemoohan, atau bahkan pengucapan nama orang tua. Semua tindakan tersebut bisa menjadi bentuk perundungan.

  • Membangun Empati
    Dengan membangun empati, siswa akan lebih mudah memahami perasaan korban dan menghindari tindakan yang bisa merugikan orang lain.

  • Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman
    Siswa dan guru bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, di mana semua siswa merasa dihargai dan dihormati.

Kesimpulan

Perundungan di sekolah adalah isu serius yang perlu ditangani dengan serius. Dengan pendidikan karakter, program anti-bullying, dan peningkatan kesadaran siswa, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik. Dengan demikian, siswa akan belajar untuk hidup bersama dengan saling menghargai dan menghormati satu sama lain.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan