Napi Mati di Siak Kabur Melalui Atap, Petugas Turunkan Tim Cepat

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 11x dilihat
Napi Mati di Siak Kabur Melalui Atap, Petugas Turunkan Tim Cepat

Pemindahan 45 Warga Binaan Rutan Siak Pasca Kaburnya Tiga Narapidana

Pada Senin (20/10) sore, sebanyak 45 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Siak dipindahkan. Langkah ini dilakukan sebagai tindakan darurat setelah tiga narapidana berhasil kabur dari rutan yang berlokasi di Jalan Sultan Syarif Hasyim, Siak, pada Ahad (19/10). Mereka adalah Epi Saputra (34), Safrudis (30) alias Saf, dan Satria Adi Putra (32) alias Eya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ketiganya diketahui melarikan diri dengan cara membobol gembok pintu sel. Mereka merusak engsel pintu menggunakan mata gerinda hingga berhasil keluar dari kamar hunian. Aksi pelarian tersebut terbongkar setelah petugas jaga mendengar suara di bagian atap yang mencurigakan. Saat memeriksa CCTV, tampak seseorang melompat dari atap rutan.

Petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap dua dari tiga tahanan, yakni Safrudis dan Satria Adi Putra. Sementara Epi Saputra berhasil lolos dan melarikan diri ke arah hutan yang berada tak jauh dari kompleks rutan. Dua rekannya ditangkap kembali beberapa jam kemudian di semak belukar belakang rutan, setelah diketahui kabur sekitar pukul 02.00 WIB.

Penanganan oleh Kepala Rutan Siak

Kepala Rutan Siak, Edward Pahala Situmorang, mengatakan saat ini tim gabungan terus memburu Epi Saputra yang merupakan narapidana kasus narkoba dengan vonis mati sejak 66 hari lalu. “Kemungkinan dia sudah keluar dari wilayah Siak. Tim sudah menyebar ke berbagai arah, mohon beri kami waktu,” ujar Edward.

Ia menambahkan, pihaknya belum dapat menjelaskan detail penyebab kaburnya tahanan tersebut karena masih fokus dalam proses pencarian. Sementara itu, dua unit mobil tahanan terlihat bersiaga di depan rutan untuk proses pemindahan warga binaan ke lokasi lain. Pada tahap awal, 45 warga binaan telah dipindahkan, dan pemindahan lanjutan sedang disiapkan.

Tindakan dari Kantor Wilayah Ditjenpas Riau

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau juga bergerak cepat membentuk Tim Pemeriksa guna menyelidiki kemungkinan kelalaian petugas. Kepala Kanwil Ditjenpas Riau, Maizar, menegaskan bahwa timnya bersama TNI dan Polri terus melakukan pencarian terhadap tahanan yang masih kabur.

“Kami sudah membentuk Tim Pemeriksa untuk menindaklanjuti kejadian ini dengan memeriksa seluruh petugas pengamanan Rutan Siak,” ungkap Maizar.

Proses Pemindahan dan Keamanan

Proses pemindahan warga binaan dilakukan secara bertahap. Pihak Rutan Siak mengklaim bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan seluruh warga binaan. Selain itu, petugas juga sedang melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan rutan agar tidak terjadi hal serupa di masa depan.

Beberapa langkah peningkatan keamanan sedang dipertimbangkan, termasuk penguatan pengawasan dan perbaikan fasilitas penahanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi tahanan yang bisa melarikan diri dari rutan.

Upaya Penangkapan Epi Saputra

Meskipun Epi Saputra masih dalam pencarian, pihak berwenang tetap optimis bahwa ia akan segera tertangkap. Tim gabungan terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan militer untuk memperluas area pencarian. Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan memberikan informasi jika mengetahui keberadaan tahanan yang kabur.

Selain itu, pihak Rutan Siak juga sedang menyiapkan rencana darurat jika terjadi kejadian serupa di masa depan. Termasuk dalam rencana tersebut adalah pelatihan tambahan bagi petugas pengamanan dan penggunaan teknologi canggih untuk memantau aktivitas di dalam rutan.

Kesimpulan

Peristiwa kaburnya tiga narapidana dari Rutan Siak menjadi peringatan penting bagi sistem pemasyarakatan di Indonesia. Meskipun tindakan darurat seperti pemindahan warga binaan telah dilakukan, diperlukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat sistem keamanan dan mencegah terulangnya kejadian serupa. Dengan kerja sama antara pihak rutan, kepolisian, dan TNI, diharapkan kejadian ini dapat segera terselesaikan dan tidak mengganggu proses hukum serta keamanan umum.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan